FAKTAINDONESIA.NET — Proses pekerjaan finishing pagar Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Tenggara disorot publik lantaran diduga mengabaikan aspek keselamatan kerja (K3).
Dari pantauan Faktaindonesia.net, Selasa (21/10/2025), di lokasi, tampak sejumlah pekerja melakukan aktivitas di pagar dengan ketinggian mencapai delapan meter tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar K3.
Tiga orang pekerja terlihat memanjat pagar tinggi sambil menarik bahan finishing, tanpa helm proyek, tali pengaman, maupun sabuk keselamatan. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi dan berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara) sebelumnya mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,6 miliar untuk tahap finishing pembangunan pagar Rujab Gubernur.
Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Provinsi Sultra, Martin Effendi Patulak, menjelaskan bahwa pengerjaan tahap akhir tersebut meliputi pengecatan seluruh pagar serta pemasangan aksesoris pendukung.
“Sudah mulai pengerjaannya, dan saat ini masih sementara dikerjakan,” kata Martin Effendi, Kamis, (18/10/2025).
Ia menambahkan, pagar dengan panjang sekitar 900 meter itu memiliki ketinggian bervariasi antara 5 hingga 8 meter, dan ditargetkan rampung pada Desember 2025 dengan progres penyelesaian sekitar 80 hingga 90 persen.
Pembangunan pagar Rujab ini diketahui dilakukan secara bertahap, tahap pertama senilai Rp800 juta, tahap kedua Rp9 miliar, tahap ketiga Rp8 miliar, dan tahap finishing senilai Rp1,6 miliar.(*)
Editor : Redaksi | Laporan : Samsul





Comment