FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Perselisihan internal di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak mencuat setelah seorang ASN bernama Akbar mengaku terlibat keributan dengan atasannya, Kasatpol PP Sultra Hamim Imbu.
Persoalan tersebut bermula dari turnamen lomba bulu tangkis antar-OPD yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI di GOR Apriyani, Kendari, pada Jumat (14/8/2026).
Akbar mengaku dirinya mendadak didiskualifikasi menjelang pertandingan lantaran disebut tidak mendapat rekomendasi resmi dari pimpinan untuk memperkuat tim Satpol PP. Merasa tidak terima, Akbar mendatangi ruang kerja Kasatpol PP Sultra untuk meminta penjelasan secara langsung.
Namun, pertemuan tersebut justru berujung adu mulut dan ketegangan. Akbar mengklaim sempat dipegang oleh dua orang pengawal dan sopir, lalu menuding Hamim Imbu memukul bagian jidatnya hingga mengalami bengkak. Keributan tersebut berlanjut hingga ke luar gedung kantor dan sempat dilerai oleh sejumlah personel lainnya.
Selain masalah turnamen, Akbar mengaku sudah dua tahun tidak dilibatkan dalam kegiatan dinas serta tertahannya Kenaikan Gaji Berkala (KGB) miliknya sejak Januari 2026.
Hingga berita ini diturunkan, Kasatpol PP Sultra Hamim Imbu belum memberikan konfirmasi maupun hak jawabnya terkait tudingan tersebut.
Editor: Redaksi | Laporan : Wan


Comment