FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Halu Oleo (KBM UHO) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin (25/05/2026).
Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa membawa sejumlah tuntutan krusial, mulai dari evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga penolakan eksploitasi pulau-pulau kecil dan wilayah pesisir di Sultra.
Aksi yang dipimpin oleh Jenderal Lapangan, Ade Alfan, itu sempat berlangsung memanas. Massa demonstran membakar ban bekas di depan gerbang sebagai simbol kekecewaan terhadap DPR RI maupun DPRD Sultra. Ketegangan sempat meningkat ketika terjadi saling dorong dengan aparat kepolisian yang mengamankan jalannya unjuk rasa, serta adanya sorotan mahasiswa terhadap respons verbal dari pihak pengamanan di lapangan yang dinilai mencederai nilai demokrasi dan kebebasan berpendapat di muka umum.
Dalam aksinya, KBM UHO menyuarakan lima poin tuntutan utama, yakni:
-
Evaluasi berkala terhadap implementasi program MBG.
-
Pengembalian fungsi TNI ke barak sesuai supremasi sipil.
-
Penghentian eksploitasi pulau-pulau kecil dan wilayah pesisir Sultra.
-
Penghentian kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan serta masyarakat adat.
-
Peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Sulawesi Tenggara secara menyeluruh.
Setelah bertahan beberapa jam di bawah kawalan ketat, Ketua DPRD Sultra bersama jajaran akhirnya keluar menemui massa demonstran di pelataran kantor. Di hadapan mahasiswa, pihak DPRD Sultra menyatakan siap menerima seluruh poin tuntutan dan berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut ke tingkat DPR RI.
Otoritas parlemen daerah juga menyampaikan bahwa tindak lanjut atas tuntutan ini akan diinformasikan kembali secara transparan sebelum akhir Juni 2026.
Meskipun aspirasi telah diterima, Jenderal Lapangan aksi, Ade Alfan, menegaskan bahwa KBM UHO tidak akan tinggal diam dan bakal mengawal ketat komitmen tersebut. Ia memberikan peringatan keras akan adanya gelombang gerakan yang lebih masif jika kesepakatan ini hanya berakhir di atas kertas.
“Ketika poin tuntutan yang kami bawa tidak benar-benar ditangani secara serius, maka yakin dan percaya, KBM UHO akan kembali turun dengan gelombang massa yang lebih besar dan kemarahan yang lebih kuat daripada hari ini,” tegas Ade Alfan.
Editor: Redaksi | Laporan: Wan




Comment