SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkini

Ketua Pemuda Wolo Kolaka Dukung PT Ceria, Tegaskan Pencabutan IUP Jangan Abaikan Nasib Warga

FAKTAINDONESIA.NET, KOLAKA – Ketua Forum Pemuda Kecamatan Wolo, Syamsuriadi, menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan investasi PT Ceria Nugraha Indotama di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya narasi di media sosial yang mendorong pencabutan status Proyek Strategis Nasional (PSN) hingga rekomendasi pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan tersebut.

Syamsuriadi menilai, wacana pencabutan izin tidak seharusnya dibangun berdasarkan penilaian sepihak tanpa mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Menurutnya, kehadiran PT Ceria telah menjadi bagian dari dinamika kehidupan masyarakat lingkar tambang, terutama melalui aktivitas ekonomi, kesempatan kerja, dan peluang usaha bagi warga setempat.

“Kami yang tumbuh dan besar di wilayah operasi pertambangan ini merasakan langsung dinamika kehadiran PT Ceria. Ada aktivitas ekonomi, kesempatan kerja, dan peluang usaha yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” tegas Syamsuriadi, Jumat (24/10/2026).

Polda Sultra Perkuat Pencegahan Radikalisme, 250 Personel Ikuti Pembekalan Wawasan Kebangsaan

Ia mengingatkan agar setiap desakan pencabutan IUP turut memperhitungkan konsekuensi yang berpotensi dirasakan masyarakat lokal apabila keberlanjutan investasi terganggu.

Syamsuriadi juga menyoroti pentingnya mendengarkan perspektif masyarakat yang hidup berdampingan dengan aktivitas pertambangan. Menurutnya, pandangan dari luar wilayah operasi belum tentu sepenuhnya menggambarkan realitas yang dihadapi warga sehari-hari.

“Jangan hanya berani menyampaikan tuntutan dari jauh, tetapi tidak memahami kehidupan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasi. Kami yang tinggal berdampingan dan merasakan langsung dinamika kehadiran perusahaan tentu memiliki perspektif yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya.

Selain persoalan investasi, Syamsuriadi turut menyoroti pembangunan Smelter Merah Putih yang dinilainya sebagai pencapaian penting dalam upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Ia berharap pembangunan industri pengolahan mineral tersebut dapat menjadi kebanggaan nasional sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.

PT Cinta Jaya Jadi Contoh Kemitraan Lokal di Konut, Ferdin Dorong IUP Lain Terapkan Kepmen 365

“Jangan sampai kita begitu sibuk menyoroti kekurangan hingga kehilangan kemampuan mengakui pencapaian. Smelter Merah Putih adalah bagian dari kebanggaan industri nasional yang patut dinilai secara objektif,” katanya.

Meski menyatakan dukungan terhadap perusahaan, Syamsuriadi menegaskan bahwa setiap persoalan yang muncul tetap harus diselesaikan berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya, apabila ditemukan kekurangan, perusahaan harus melakukan perbaikan. Sementara jika terdapat pelanggaran, penanganannya harus diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme hukum.

“Kalau ada kekurangan, perbaiki. Jika ada pelanggaran, tindak sesuai hukum. Tetapi, jangan karena satu persoalan kemudian seluruh kontribusi dinafikan. Kritik tanpa objektivitas berisiko menjadi kegaduhan, sedangkan keputusan tanpa kajian menyeluruh dapat mengorbankan kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Syamsuriadi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Forum Pemuda Kecamatan Wolo mendukung keberlanjutan investasi PT Ceria agar perusahaan terus berkembang dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

Unsultra Sambut Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP Sawit 2026, Siapkan SDM Profesional Bidang Agribisnis

Ia berharap aspirasi masyarakat lingkar tambang turut menjadi pertimbangan dalam setiap pembahasan mengenai keberlanjutan operasional perusahaan.

“Kami ingin perusahaan terus maju, Smelter Merah Putih menjadi kebanggaan anak bangsa, dan masyarakat Wolo menjadi bagian dari kemajuan tersebut. Kami tidak menolak kritik, tetapi kami menolak penilaian yang parsial terhadap realitas yang kami alami setiap hari,” pungkasnya.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement