FAKTAINDONESIA.NET – Dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) menggandeng warga Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, untuk menciptakan pupuk organik berkualitas melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi KKN Tematik.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang September hingga Oktober ini disambut antusias oleh warga karena memberikan solusi nyata terhadap persoalan pertanian pekarangan, khususnya masalah keterbatasan pupuk.
Program tersebut dipimpin oleh tim dosen berpengalaman yakni Prof. Dr. Ir. La Ode Safuan, M.P., Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M.Sc.Agric., Prof. Dr. Ir. H. Laode Sabaruddin, M.Si., Prof. Dr. L. M. Harjoni Kilowasid, S.P., M.Si., Dr. Nini Mila Rahni, S.P., M.P., dan La Ode Kasno Arif, S.P., M.Si.serta melibatkan 15 mahasiswa KKN yang berperan sebagai fasilitator lapangan.
Dalam upaya meningkatkan produktivitas lahan pekarangan, tim pengabdian memberikan sosialisasi sekaligus pendampingan intensif pembuatan pupuk biocard, pupuk kompos, dan pupuk organik padat plus berbasis konsorsium bahan organik lokal.
Perwakilan tim dosen, Prof. Dr. La Ode Safuan, mengatakan bahwa pendampingan ini meliputi pemaparan teori tentang manfaat pupuk organik, demonstrasi pencampuran bahan-bahan alami dan limbah organik rumah tangga, hingga praktik langsung pembuatan pupuk hingga siap digunakan.
“Melalui metode ini, warga tak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga terlibat aktif dalam seluruh tahapan pembuatan pupuk,” katanya, pada keterangannya, Rabu (19/11/2025).
Diskusi interaktif turut digelar agar warga dapat menyampaikan kendala dan mencari solusi bersama tim akademisi UHO.
Kegiatan ini membuka wawasan masyarakat tentang nilai ekonomis dan ekologis limbah rumah tangga. Bahan yang semula dibuang kini dapat diolah menjadi pupuk berkualitas tinggi yang mampu memperbaiki struktur tanah, menjaga mikroorganisme tanah, serta meningkatkan kualitas tanaman tanpa ketergantungan pada pupuk kimia.
Dengan biaya produksi yang rendah dan bahan yang mudah ditemui, pupuk organik ini menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus hemat biaya.
“Transformasi pekarangan menjadi lahan produktif menjadi salah satu tujuan utama pengabdian ini,” jelasnya.
Warga didorong menanam berbagai jenis tanaman seperti sayuran, TOGA, hingga tanaman hias bernilai ekonomi. Sejumlah warga telah menunjukkan komitmen dengan mulai menggunakan pupuk hasil produksi sendiri.
“Harapannya, pekarangan kosong ke depan dapat menjadi kebun keluarga yang produktif dan mendukung ketahanan pangan rumah tangga,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini menjadi bukti komitmen UHO dalam mendorong pertanian berkelanjutan.
“Penggunaan pupuk organik berbasis konsorsium bahan lokal bukan hanya meningkatkan kualitas tanah, tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian yang lebih harmonis dan minim dampak negatif bagi lingkungan. Ilmu pengetahuan harus hadir dalam bentuk aksi nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Terakhir, Pihaknya berharap kegiatan tersebut menjadi model pengabdian masyarakat yang dapat diterapkan di wilayah lain baik di Kota Kendari maupun pedesaan Sulawesi Tenggara yang memiliki karakteristik serupa.
Fakultas Pertanian UHO berkomitmen terus menghadirkan inovasi riset yang bermanfaat dan mudah diaplikasikan masyarakat.
Dengan kolaborasi erat antara dosen, mahasiswa, dan warga, Kelurahan Mokoau kini bergerak menuju wilayah percontohan pertanian pekarangan organik yang ramah lingkungan, sehat, dan bernilai ekonomis bagi masyarakat.(*)
Editor : Redaksi | Laporan : Samsul





Comment