FAKTAINDONESIA.NET – Konsulat-Jenderal Australia di Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi perempuan di Sulawesi Tenggara melalui program Direct Aid Program (DAP).
Salah satu proyek yang mendapat dukungan pendanaan DAP adalah “Pengembangan Teknologi Fermentasi dengan Penambahan Tempe untuk Meningkatkan Nilai Gizi Sinonggi Instan dan Kasoami Instan”, yang diinisiasi oleh Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.
Proyek tersebut dilaksanakan di empat lokasi, yakni Desa Sawah Indah dan Kawa-kawali di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan, serta di Kelurahan Punggolaka dan Anduonohu, Kota Kendari.
Konsul-Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, mengatakan proyek ini merupakan langkah inovatif dalam memanfaatkan bahan pangan lokal untuk meningkatkan nilai gizi masyarakat.
“Saya sangat senang mengunjungi proyek ini di Pulau Wawonii dan Kota Kendari. Proyek ini menarik karena mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bergizi dengan tambahan protein. Saya juga senang melihat antusiasme masyarakat yang merasakan dampak positifnya,” ujar Todd Dias, pada Kamis (16/10/2025).
Proyek ini mencakup berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi dan penyuluhan gizi, pelatihan pengolahan sagu sesuai standar, pembuatan Sinonggi dan Kasoami instan, pelatihan desain produk, hingga pendampingan perizinan dan pemasaran.
Salah satu penerima manfaat, Rini Afrilia Ningsih, mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan tersebut.
“Kami mendapat ilmu baru untuk mengolah makanan lokal menjadi lebih bergizi sekaligus bisa menambah penghasilan keluarga. Terima kasih kepada Konsulat-Jenderal Australia dan Universitas Halu Oleo,” ujarnya.
Melalui program DAP ini, Konsulat-Jenderal Australia di Makassar berharap proyek-proyek inovatif serupa dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat di Sulawesi Tenggara.(*)


Comment