SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekonomi

KSOP Kelas II Kendari Siapkan Operasi Angkutan Laut Lebaran 2026, Posko Dibuka 12 Maret

FAKTAINDONESIA.NET  – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari mulai mempersiapkan operasi angkutan laut dalam rangka menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Berbagai langkah strategis dilakukan untuk memastikan kelancaran, keselamatan, serta kenyamanan masyarakat yang menggunakan transportasi laut.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari, Capt. Raman, M.M, mengatakan pihaknya telah menyiapkan posko pelayanan dan pengawasan yang akan mulai beroperasi pada 12 Maret 2026.
“Pada tanggal 12 Maret kita sudah mulai membuka posko. Seluruh pihak harus bersiap, mulai dari pemilik kapal hingga petugas di lapangan. Kami juga akan standby di posko untuk memastikan pelayanan berjalan maksimal,” ujar Capt. Raman.
Ia menjelaskan, puncak arus mudik diperkirakan mulai terjadi pada 13 Maret 2026. Sementara arus balik diperkirakan mulai pada 25 Maret, dengan potensi puncak arus balik pada 28 hingga 29 Maret 2026.
Pada hari pertama pembukaan posko, Kementerian Perhubungan juga akan melaksanakan program tiket mudik gratis bagi masyarakat.
“Pada tanggal 12 itu juga sudah mulai ada tiket gratis dari Kementerian Perhubungan,” katanya.
Dalam operasional angkutan laut Lebaran tahun ini, terdapat beberapa pelabuhan dan terminal yang menjadi titik utama aktivitas penumpang di wilayah Kendari, di antaranya:
Terminal Nusantara dengan sekitar 6 kapal yang beroperasi
Pangkalan Perahu dengan sekitar 10 kapal yang beroperasi
Pelabuhan Bungkutoko yang dilayani rata-rata 6 kapal Pelni
Pelabuhan Jembatan Batu dengan sekitar 6 kapal kayu yang juga perlu mendapat perhatian khusus
Terminal Feri yang saat ini dilayani 1 kapal penyeberangan
Untuk memastikan kelancaran operasional angkutan laut selama masa mudik Lebaran, KSOP Kendari telah menyiapkan sejumlah langkah penting, antara lain:
•Pemeriksaan kelaikan kapal
•Optimalisasi armada kapal
•Antisipasi cuaca buruk
•Pemeriksaan manifes penumpang
•Pengaturan akses masuk pelabuhan
•Penyediaan informasi alur penumpang dan kendaraan di pelabuhan
•Penyampaian informasi jadwal kapal
•Penyiagaan armada kapal negara untuk kondisi darurat
Selain itu, KSOP Kendari juga telah mengidentifikasi sejumlah potensi risiko yang mungkin terjadi selama masa angkutan Lebaran, di antaranya cuaca buruk, kecelakaan kapal, lonjakan penumpang, hujan di area terminal, kebakaran di pelabuhan, pemadaman listrik, hingga gangguan sistem atau jaringan.
Melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait, KSOP Kendari memastikan seluruh potensi risiko tersebut telah disiapkan langkah mitigasinya.
Dalam momentum Lebaran tahun ini, Kementerian Perhubungan juga menyediakan program mudik gratis dengan rute, Kendari – Raha dan Kendari – Baubau
Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang ingin pulang kampung dengan transportasi laut secara aman dan nyaman.(*)

​Editor: Redaksi | Laporan: Sul

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement