FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI — Semangat kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui pelaksanaan World Cleanup Day (WCD) 2026 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (30/8/2026).
Mengusung tema “Aksi Bebersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah”, kegiatan yang dipusatkan di Area BatBat tersebut menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah, komunitas, perguruan tinggi, dunia usaha, serta masyarakat dalam membangun kesadaran dan aksi nyata menjaga lingkungan.
Sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur pemerintah, mahasiswa, komunitas lingkungan, kelompok pemuda, dunia usaha, organisasi masyarakat, serta individu yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Para peserta World Cleanup Day (WCD) 2026 Area BatBat Kendari.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Lingkungan Hidup Kota Kendari, Komunitas Sahabat Bumi dan WCD Kendari, serta melibatkan berbagai komunitas dan individu.
Sejak pagi, peserta melakukan aksi plogging, yakni aktivitas memungut sampah yang dipadukan dengan berjalan kaki atau olahraga ringan di sekitar lokasi kegiatan.
Dari aksi tersebut, peserta berhasil mengumpulkan sebanyak 352 kilogram sampah anorganik, yang terdiri atas sampah yang dapat didaur ulang dan sampah residu.
Jumlah sampah yang terkumpul menjadi gambaran mengenai persoalan sampah yang masih ditemukan di ruang-ruang publik dan lingkungan masyarakat. Di sisi lain, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa aksi kolaboratif dapat memberikan dampak langsung melalui keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

Para peserta World Cleanup Day (WCD) 2026 saat melakukan aksi plogging memungut sampah anorganik di sekitar Area BatBat Kendari.
Selain membersihkan lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya mengurangi sampah dari sumbernya, memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membangun kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi lingkungan di Kali Kendari, tepatnya pada kanal di sekitar kawasan MTQ. Sebanyak 31 botol eco-enzyme dituangkan sebagai bagian dari kampanye pemanfaatan limbah organik sekaligus edukasi mengenai kepedulian terhadap ekosistem perairan.
Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi bahan organik, seperti sisa buah, molase atau gula merah, dan air. Pemanfaatan limbah organik menjadi eco-enzyme dapat menjadi salah satu upaya mengurangi sebagian limbah organik rumah tangga yang berakhir sebagai sampah.

Momen penuangan cairan eco-enzyme ke kanal Kali Kendari kawasan MTQ sebagai kampanye pelestarian ekosistem perairan.
Dalam kegiatan tersebut, penuangan eco-enzyme dimaknai sebagai bagian dari aksi edukasi dan kampanye lingkungan. Kegiatan itu bukan dimaksudkan sebagai pengganti pengolahan air limbah, sebab peningkatan kualitas Kali Kendari tetap membutuhkan upaya menyeluruh, terutama melalui pengurangan sampah dan limbah yang masuk ke badan air serta pemantauan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan World Cleanup Day 2026 di Kendari mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya StarLab Celindo Jaya, GeoEconusa Madani, Natura Konsultindo Lestari, PT Sultra Alam Perkasa, PT Mitra Hijau Asia, Enviro Konsulindo Nusantara, PT Primery Solution, dan TPST Puuwatu.

Para peserta World Cleanup Day (WCD) 2026
Dukungan juga datang dari sejumlah perguruan tinggi, yakni Universitas Halu Oleo, Universitas Mandala Waluya, Universitas Muhammadiyah Kendari, Universitas Islam Negeri Kendari, dan STIE 66 Kendari.
Berbagai komunitas lingkungan, kelompok pemuda, mahasiswa, serta individu pecinta lingkungan turut mengambil peran dalam aksi kolaboratif tersebut.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah berperan dalam kebijakan dan fasilitasi, perguruan tinggi melalui pendidikan dan pengetahuan, dunia usaha melalui dukungan terhadap kegiatan lingkungan, sementara komunitas dan masyarakat menjadi penggerak aksi di lapangan.
Melalui World Cleanup Day 2026, para inisiator berharap semangat menjaga lingkungan tidak berhenti pada momentum satu hari. Pengumpulan 352 kilogram sampah anorganik dan aksi edukasi melalui eco-enzyme menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana dan dilakukan secara bersama-sama.

Tumpukan ratusan kilogram sampah anorganik hasil aksi plogging peserta World Cleanup Day (WCD) 2026 yang berhasil dikumpulkan di Area BatBat, Kendari
Tema “Aksi Bebersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah” juga menjadi pesan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Komunitas Sahabat Bumi bersama seluruh inisiator, mitra, sponsor, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat yang terlibat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak dan berkolaborasi menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Karena lingkungan yang bersih bukan hanya untuk kita nikmati hari ini, tetapi merupakan warisan yang harus kita jaga untuk generasi yang akan datang.”
Editor: Redaksi | Laporan: Sep


Comment