FAKTAINDONESIA.NET – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Alam Kendari saat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menggelar agenda Safari Ramadan, Jumat malam (20/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sultra, Hugua, menekankan bahwa ibadah puasa di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah ini harus dijadikan sebagai “madrasah spiritual” untuk membangun karakter masyarakat yang harmonis, jujur, dan berkeadilan demi kemajuan daerah.
Dihadapan para jemaah dan jajaran kepala perangkat daerah, Hugua menjelaskan bahwa esensi puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan sarana paling efektif untuk mengendalikan ego dan hawa nafsu.
Menurutnya, ego yang tidak terkendali seringkali menjadi sumber konflik, baik dalam skala keluarga maupun kehidupan bernegara. “Puasa adalah momentum untuk menata orientasi hidup agar tidak terjebak pada kecintaan berlebihan terhadap duniawi,” ujar mantan Bupati Wakatobi dua periode ini.
Lebih lanjut, Wagub Hugua mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial selama bulan suci ini. Ia menekankan pentingnya membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat Sultra.
Pemprov Sultra berkomitmen bahwa pembangunan daerah tidak hanya dilakukan secara fisik dan ekonomi, tetapi juga harus berlandaskan pada penguatan aspek spiritual dan sosial.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, beserta para asisten, staf ahli gubernur, dan jajaran Direksi RS Oputa Yi Koo.
Safari Ramadan ini menjadi simbol komitmen nyata pemerintah untuk terus hadir dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat dalam suasana ibadah yang penuh makna, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan dengan nafas keadilan dan kesabaran.
Redaksi : Redaksi | Laporan : Wan


Comment