KENDARI – Website resmi milik sejumlah Pemerintah Provinsi (Pemprov) di Indonesia diretas oleh hacker.
Peretasan ini diduga berkaitan dengan maraknya aksi unjuk rasa yang berlangsung di berbagai daerah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Faktaindonesia.net, sedikitnya 30 situs resmi Pemprov di berbagai wilayah berhasil dibobol.
Dalam laman yang diretas, peretas meninggalkan pesan kritik keras terkait lemahnya sistem keamanan siber pemerintah.
“Mending naikin anggaran buat cyber security pemerintah dibanding naikin gaji DPR. Hampir tiap hari pemerintah terkena hack dan data bocor,” tulis pesan tersebut.
Tak hanya menyinggung soal keamanan siber, peretas juga menyelipkan sindiran terhadap pemerintah terkait nasib tenaga honorer.
“Kalau nggak, naikin para honorer yang mati-matian kerja buat pemerintah dan bangsa,” tambah pesan itu.
Sebelumnya, Website resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan domain csirt.sultraprov.go.id juga diretas pada Minggu (31/8/2025) sore.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sultra, Dr. M. Ridwan Badallah, S.Pd., MM, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut peretasan ini berkaitan dengan gelombang aksi unjuk rasa yang tengah berlangsung.
“Sudah dipulihkan. Bukan hanya Sultra, ini efek dari demo. Tapi sore tadi sudah dipulihkan,” ujarnya saat dikonfirmasi
Sampai berita ditayangkan, Faktaindonesia.net belum menerimah keterangan resmi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).(*)





Comment