SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra Pemerintah

TPID Kendari dan Bank Indonesia Sultra Luncurkan Sinergi Baru Kendalikan Inflasi 2026

Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, bersama Kepala BI Sultra, Edwin Permadi, saat meluncurkan Program Sinergi Optimal Gerakan Pengendalian Inflasi 2026 di Kendari, Rabu (15/4/2026).

FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara resmi meluncurkan Program Sinergi Optimal Gerakan Pengendalian Inflasi 2026. Peluncuran ini dilakukan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan yang digelar di Kendari pada Rabu (15/4/2026).

Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) 2026, yang dirancang untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pasokan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan sifat komoditas pangan yang musiman.

Rakor Pangan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M., bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, unsur Forkopimda, OPD anggota TPID, serta 161 pelaku kios pangan digital.

Berdasarkan data terbaru, inflasi Kota Kendari pada Maret 2026 tercatat sebesar 2,95 persen secara tahunan (year on year), yang terutama dipicu oleh komoditas bahan bakar rumah tangga, beras, bensin, cabai rawit, serta ikan kembung.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Edwin Permadi, menegaskan bahwa Rakor Pangan 2026 mengusung tiga arah strategis utama, yakni optimalisasi sinergi, akselerasi intervensi harga, dan pengendalian sisi permintaan melalui edukasi perubahan pola konsumsi.

Mencekam! Video Warga Muna Berjibaku Lepaskan Lilitan Piton Raksasa dari Leher Rekannya

Menurutnya, sinergi menjadi kata kunci utama agar program pengendalian inflasi memiliki dampak yang lebih luas, implementasi lebih cepat, dan keberlanjutan yang lebih kuat. Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Siska Karina Imran menekankan bahwa inovasi dalam pengendalian inflasi sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Pertemuan ini menghasilkan sejumlah program konkret, di antaranya penambahan 70 Kios Pangan Digital serta penguatan lima kerja sama antardaerah (business to business) guna memperlancar distribusi pangan.

Selain itu, diluncurkan pula program PKK Kasoami (Keluarga Adaptif, Sehat, Optimal Mengendalikan Inflasi) di 11 kecamatan dan program Sekolah Hebat (Hijau, Edukatif, dan Berkarakter) di 24 SMP Negeri.

Melalui berbagai inisiatif dari hulu ke hilir ini, TPID Kendari bersama BI Sultra optimistis dapat menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat agar lebih bijak dan beragam.(*)

Editor: Redaksi | Laporan: Wan

Unsultra Kukuhkan 247 Wisudawan, Rektor Tekankan Wisuda Awal Perjalanan Baru

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement