SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra Hukum

Viral Video Penganiayaan di PT Merbau: Dituduh Curi Sawit, Seorang Warga Dipukuli Brutal oleh Oknum Manajer dan Karyawan

Tangkapan layar (screenshot) video amatir yang viral di media sosial, memperlihatkan detik-detik seorang warga berkaos biru saat dikepung dan dianiaya secara brutal di depan pos keamanan PT Merbau.

FAKTAINDONESIA.NET, KONAWE SELATAN – Aksi kekerasan massal terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Merbau Indah Raya, Kebun Mowila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Seorang warga menjadi korban penganiayaan secara brutal yang diduga dilakukan oleh manajer beserta sejumlah karyawan perusahaan tersebut pada Kamis (2/7/2026).

‎Berdasarkan bukti rekaman video yang diterima redaksi, insiden kekerasan fisik tersebut terlihat jelas terjadi secara nyata di area terbuka, tepat di halaman berumput di depan sebuah pos keamanan (pos security) perusahaan dengan latar belakang hamparan pohon kelapa sawit.

Dalam tayangan video berdurasi singkat tersebut, tampak seorang pria mengenakan kaos berwarna biru yang dituduh sebagai pelaku pencurian sedang dikepung oleh gerombolan pria.

Korban terlihat sama sekali tidak berdaya dan mengerang kesakitan saat dipiting, ditarik, serta dipukuli secara membabi buta oleh beberapa oknum, termasuk seorang pria bertopi krem serta sejumlah orang yang mengenakan kaos olahraga bernomor punggung 16 dan 54.

‎Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lapangan, aksi penganiayaan brutal ini dipicu oleh tuduhan terhadap korban yang diduga hendak atau telah mencuri buah kelapa sawit di areal perkebunan milik perusahaan.

‎Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen PT Merbau Indah Raya dan aparat kepolisian setempat terkait kelanjutan penanganan kasus dugaan penganiayaan bersama-sama tersebut.

Editor: Redaksi | Laporan : Wan

Usai Aksi di Kejati Sultra, AKAR Soroti Peran CV Yama Surya dalam Proyek Stadion Mini Konasara

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement