SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkini

Warga Sambalagi Tuntut PT IGIP Penuhi Hak Tenaga Kerja Lokal dan Akses Air Bersih

FAKTAINDONESIA.NET – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Keluarga Besar Pesisir Kepulauan Kabupaten Morowali (FK-KBPKM) menggelar unjuk rasa di kawasan Industrial PT International Green Industrial Park (IGIP), Desa Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (11/9/2025).

Aksi yang berlangsung hingga 14 jam itu dipimpin oleh koordinator lapangan Efan, dengan membawa sejumlah tuntutan, mulai dari pemberdayaan warga lokal, penyediaan akses air bersih, penanganan sampah, hingga perekrutan tenaga kerja lokal.

Dalam orasinya, Efan menyebut hanya sekitar 10 persen warga lokal yang diberdayakan perusahaan.

“Masyarakat Sambalagi, masyarakat dari pulau, masyarakat dari Warea, hanya 10 persen yang terlibat. Selebihnya tenaga kerja banyak didatangkan dari luar. Kami ingin perusahaan menepati kewajiban sosial dan membuka akses lebih luas bagi warga lokal,” tegasnya.

Ia juga menilai keberadaan perusahaan raksasa seharusnya menjadi penggerak ekonomi lokal, bukan justru mematikan usaha kecil masyarakat.

Polres Konawe Gagalkan Pengiriman 420 Tabung LPG Subsidi ke Morowali, Tiga Orang Diamankan

“Melibatkan pengusaha lokal adalah cara untuk menghargai mereka sebagai tuan rumah. Kami juga menuntut pembangunan pasar serta mendesain ulang program CSR agar lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Massa aksi yang sempat mendobrak pagar pengaman akhirnya mendapat respons dari pihak perusahaan.

Wakil General Manager Whanshourong dan Direktur Humas Edison Awey turun langsung berdialog dengan perwakilan warga.

Awey menjelaskan, pihak perusahaan sebenarnya sudah menyalurkan air bersih melalui instalasi pipa, namun terkendala karena penampungan air dibangun di atas lahan pribadi.

“Untuk sampah, kami juga sudah siapkan 10 titik bak sampah, tetapi warga enggan menempatkannya di depan rumah. Kami baru beroperasi sekitar tiga bulan, dan beberapa program pemberdayaan masih dalam tahap awal,” ungkapnya.

Pamit ke Kebun, Petani Wanita di Buton Selatan Tewas Dililit Ular Piton

Dialog berujung pada kesepakatan. Beberapa poin tuntutan warga diterima, termasuk kompensasi uang debu yang akan dibahas lebih lanjut dalam tiga minggu ke depan bersama 10 poin permintaan lainnya.

Kesepakatan ini ditandatangani bersama oleh pihak manajemen PT IGIP, yakni Tao Gadchao dan Wang Sheurong, serta perwakilan FK-KBPKM.

Warga berharap perusahaan ke depan lebih serius dalam memberdayakan masyarakat lokal serta memperhatikan kebutuhan dasar warga di sekitar kawasan industri.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement