FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Kawasan Eks MTQ Kendari kini mulai menunjukkan transformasi signifikan sebagai pusat ekonomi baru di Sulawesi Tenggara.
Pemerintah daerah bersama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sultra mendorong pengelolaan kawasan ini secara berkelanjutan agar mampu menjadi magnet ekonomi sekaligus ruang publik produktif.
Direktur Utama Perumda Sultra, Akhmad Rizal, S.H menegaskan, pihaknya siap mengambil peran strategis dalam pengelolaan kawasan tersebut, khususnya dalam pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah yang telah menyiapkan sekitar 100 lapak bagi pelaku usaha lokal di area Eks MTQ.
“Pengelolaan akan dilakukan secara profesional dan selektif, termasuk dalam penempatan pelaku UMKM agar kawasan ini benar-benar hidup dan tertata,” katanya, Senin (27/4/2026).
Transformasi kawasan Eks MTQ memang telah dirancang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru. Puluhan lapak kuliner yang dibangun secara bertahap kini telah ditempati dan sudah dimanfaatkan pelaku usaha. Bahkan, seluruh fasilitas telah rampung.
Tak hanya sebagai pusat kuliner, kawasan ini juga diproyeksikan menjadi ruang publik multifungsi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, budaya, hingga investasi. Pemerintah Provinsi Sultra sebelumnya juga menekankan pentingnya menjaga fasilitas agar tetap berkelanjutan dan tidak kembali terbengkalai seperti sebelumnya.
Perumda Sultra pun menilai, kunci utama keberhasilan pengembangan Eks MTQ terletak pada konsistensi pengelolaan, pengawasan, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan. Dengan konsep tersebut, kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat keramaian, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah.
Dengan langkah strategis ini, Eks MTQ Kendari diyakini akan berkembang menjadi ikon ekonomi baru yang inklusif, modern, dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.(*)
Editor : Redaksi | Laporan : Sul



Comment