FAKTA INDONESIA.NET, KONAWE – Seorang security PT OSS, bernama Harjiman Amrun (40), ditemukan meninggal dunia di kamar mandi.
Korban ditemukan tak bernyawa di mess karyawan perusahaan di Desa Tani Indah, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (14/5/2026) sekitar 17.50 Wita.
Ia merupakan warga Dusun III, Desa Sandey, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), lahir di Teteasa pada 24 April 1986.
Kasi Humas Polres Konawe, IPTU Rahman, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.
Hasil pemeriksaan awal dan visum luar RS Bhayangkara Kendari, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil visum luar yang dilakukan pihak RS Bhayangkara Kendari, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.”
“Pihak keluarga juga menerima kejadian ini dengan ikhlas dan telah membuat surat penolakan autopsi,” ujar IPTU Rahman, Sabtu (16/5/2026).
Berdasarkan kronologi kejadian, sekitar pukul 17.30 Wita korban masih sempat berbincang dengan rekannya sesama security.
Sekitar 20 menit kemudian, korban berjalan menuju kamar mandi, berjarak sekitar 10 meter dari kamar mess sambil menggunakan handuk di badan.
Tak lama berselang, Bahtiar mendengar suara dentuman dari arah kamar mandi.
Saat dicek, korban ditemukan posisi jongkok dengan tangan kanan tersangkut pada pipa air.
Melihat kondisi tersebut, Bahtiar langsung memanggil rekan security lainnya serta personel Polri yang sedang bertugas di lokasi.
Korban kemudian dibawa ke kamar mess untuk dilakukan pengecekan, namun saat itu diketahui sudah tidak bernyawa.
Sekitar pukul 18.20 Wita, personel Polsek Bondoala tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung melakukan pengamanan lokasi serta memasang garis polisi.
Selanjutnya, sekitar pukul 19.00 Wita, jenazah korban dibawa ke rumah sakit, menggunakan ambulans milik perusahaan guna dilakukan visum luar untuk memastikan penyebab kematian.
Jenazah tiba di rumah sakit sekitar pukul 19.45 Wita dan pemeriksaan visum dilakukan atas persetujuan pihak keluarga.
Hasil visum luar selesai pada pukul 22.05 Wita dengan hasil tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga juga menjelaskan bahwa korban memiliki riwayat sakit maag dan asam lambung yang kerap dikeluhkan.
Berdasarkan keterangan dokter, korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung.
Dalam proses pemeriksaan visum luar tersebut turut disaksikan Kapolsek Bondoala IPTU Immanuel Johans Brata Napiun, Kanit Reskrim Polsek Bondoala AIPDA Hendra, serta pihak keluarga almarhum.
Pihak keluarga menerima meninggalnya korban dengan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan penolakan autopsi.
Usai pemeriksaan, sekitar pukul 23.30 Wita, jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulans perusahaan ke Kabupaten Konsel, untuk disemayamkan dan dimakamkan di kampung halamannya. (*)
Editor: Redaksi | Laporan: Sul



Comment