FAKTAINDONESIA.NET, KOLAKA UTARA – Sebuah video yang memperlihatkan kondisi miris Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Batuganda di Dusun Tobau, Desa Batuganda, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendadak viral di media sosial.
Sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman untuk menimba ilmu, kini justru menjadi sorotan tajam netizen akibat kerusakannya yang dinilai sudah tidak layak pakai.
Berdasarkan rekaman video yang diterima redaksi, tampak tiga ruang kelas di sekolah tersebut mengalami rusak berat. Dinding-dinding bangunan terlihat jebol, bahkan sekat pembatas antar-ruangan pun sudah hancur dan tidak utuh lagi.
Tak hanya dinding yang mengenaskan, pemandangan di dalam kelas pun tak kalah memprihatinkan. Lantai ruang kelas tersebut masih berupa tanah merah tanpa lapisan semen maupun keramik. Kondisi ini membuat ruangan menjadi sangat berdebu, tidak rata, dan jauh dari kata nyaman bagi para siswa yang sedang fokus belajar.
“Jangan bilang soal efisiensi tapi gunakan otakmu dan kebijakanmu yang rasional. Salah satu sekolah yang berada di Desa Batuganda dan jarak dari kantor Dinas Pendidikan hanya kurang lebih 10 kilometer, namun sangat disayangkan bisa kondisinya seperti ini,” kritik akun Dhonal, pengunggah pertama video tersebut di media sosial.
Fasilitas penunjang pun tampak sangat minim. Meja dan kursi yang digunakan para siswa masih menggunakan model lama dengan kondisi kayu yang sudah usang dan lapuk dimakan usia.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kondisi memprihatinkan ini bukan hal baru, melainkan sudah berlangsung cukup lama. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda perbaikan atau rehabilitasi fisik dari pihak-pihak terkait.
Jarak sekolah yang hanya berkisar 10 kilometer dari pusat pemerintahan khususnya Kantor Dinas Pendidikan setempat membuat publik geram dan mempertanyakan fungsi pengawasan serta kepekaan pemerintah daerah terhadap pemerataan kualitas pendidikan di Kolaka Utara.
Kerusakan parah ini dinilai bukan lagi sekadar masalah estetika, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar (KBM) generasi bangsa di sana.
Editor: Redaksi | Laporan: Wan





Comment