FAKTAINDONESIA.NET – KENDARI – Aroma konflik asmara berdarah kembali terjadi di Kota Kendari. Gara-gara diduga diadu domba oleh seorang wanita, empat pemuda nekat melakukan aksi penganiayaan brutal menggunakan senjata tajam (sajam) di Jalan Mayjen S. Parman, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, pada Jumat (19/06/2026) dini hari.
Akibat insiden berdarah ini, dua orang remaja berinisial AP (18) dan AF (19) dilaporkan menjadi korban dan harus mengalami luka-luka akibat sabetan parang. Tak hanya itu, satu unit sepeda motor milik korban juga ringsek setelah dirusak oleh para pelaku.
Bergerak cepat setelah menerima laporan, Tim Patroli Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sultra langsung mengamankan empat orang terduga pelaku. Mereka adalah MA (21), KJ (19), AR (24), dan FM (20).
Komandan Tim Patroli Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, mengungkapkan bahwa motif di balik pembacokan ini disinyalir kuat karena masalah asmara yang rumit antara mantan suami dan pacar baru.
“Dari hasil interogasi awal, insiden ini diduga bermula dari konflik yang melibatkan seorang perempuan berinisial TSY, mantan suaminya berinisial AK, serta kekasih baru TSY yang berinisial KJ,” ujar Bripka Boy Sagita, Sabtu (20/06/2026).
Berdasarkan pengakuan dari AK (mantan suami) dan KJ (kekasih baru), situasi memanas setelah keduanya merasa diadu domba oleh TSY. Gesekan emosi yang tak terbendung itu akhirnya memicu bentrokan fisik di lapangan. Nahas, AP dan AF ikut menjadi korban sasaran amarah para pelaku.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat pemuda tersebut kini tidak bisa lagi menghirup udara bebas. Polisi telah menggelandang mereka beserta barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut.
”Saat ini, para terduga pelaku beserta korban telah diserahkan ke Polresta Kendari untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Bripka Boy.
Editor: Redaksi | Laporan: Wan





Comment