FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya didesak untuk segera turun tangan menyelesaikan krisis tempat tinggal yang menimpa 16 mahasiswa asal daerah tersebut di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Para mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Lanny Jaya (IM-LJ) terpaksa harus mengosongkan rumah kontrakan mereka sejak Senin (3/8/2026) lantaran masa sewa bangunan telah berakhir dan belum ada perpanjangan.
Tokoh pemuda Lanny Jaya, Roni Yoman, menilai pemerintah daerah harus hadir memberikan solusi nyata agar proses studi generasi muda daerah tidak terganggu. Ia mengungkapkan bahwa pengurus organisasi mahasiswa sebenarnya telah mengajukan permohonan bantuan perpanjangan kontrak kepada Pemkab Lanny Jaya jauh sebelum masa sewa habis. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian atau respons konkret dari pihak pemerintah daerah.
Kondisi tersebut memaksa ke-16 mahasiswa mengangkut seluruh barang perabotan dan mengosongkan rumah kontrakan mereka. Untuk sementara waktu, para mahasiswa asal Lanny Jaya ini terpaksa menumpang di kontrakan milik Perkumpulan Mahasiswa Tolikara (PMT) demi bertahan hidup di kota perantauan.
Roni berharap Pemkab Lanny Jaya tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut tanpa penanganan. Ia mendorong pemerintah daerah segera mengucurkan bantuan biaya sewa kontrakan atau menyediakan fasilitas asrama/tempat tinggal sementara yang layak bagi para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Kendari.(*)
Editor: Redaksi | Laporan : Wan


Comment