SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah

Pria Asal Bau-bau Laode Sulaeman Resmi Dilantik sebagai Dirjen Migas, Fokus Stabilitas Produksi dan Percepatan Lelang Wilayah Kerja

FAKTAINDONESIA.NET – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara resmi melantik Laode Sulaeman sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) pada Jumat (29/8/2025), di Kantor Kementerian ESDM.

Laode menggantikan Achmad Muchtasyar yang dinonaktifkan pada Februari lalu.

Laode Sulaeman merupakan birokrat karier di lingkungan Kementerian ESDM.

Sebelum dilantik sebagai Dirjen Migas, ia menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas sejak tahun 2022.

Pria kelahiran Nganganaumala, Baubau, Sulawesi Tenggara, 25 Mei 1971 ini juga menyandang gelar Magister Teknik Kimia dari Universitas Indonesia.

Amran Sulaiman Blak-blakan saat Kuliah Umum di Kampus UHO Kendari: Bukan Pesta Babi Tapi Pesta Panen

Usai pelantikan, Laode menyampaikan komitmennya untuk segera mengimplementasikan arahan Menteri ESDM, khususnya dalam menjaga stabilitas produksi migas nasional dan mempercepat lelang wilayah kerja migas yang masih tertunda.

“Kita implementasikan secara teknis. Apa yang Beliau (Menteri ESDM) sampaikan kan garis besarnya, nah kita implementasikan secara teknis. Tadi lifting kita jaga, kemudian lapangan-lapangan yang harus dilelang segerakan, itu dua itu saja,” ujar Laode, Senin (1/9/2025).

Jabatan Dirjen Migas sempat kosong selama beberapa bulan dan dirangkap oleh Tri Winarno, yang juga menjabat sebagai Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba).

Lebih lanjut, Laode juga menyoroti proyek strategis nasional yang sebelumnya berada di bawah tanggung jawabnya, yakni pembangunan Pipa Transmisi Gas Cirebon-Semarang Tahap II (Pipa Cisem II).

Ia memastikan proyek tersebut masih berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan selesai pada tahun 2026.

Jangkar Sultra Desak Kapolda Copot Kapolres Bombana, Diduga Halangi Aspirasi Mahasiswa saat Unjuk Rasa

“Itu sudah jalan dan sampai dengan saat ini progresnya sesuai dengan rencana. Jadi insya Allah nanti 2026 selesai, gas bisa langsung dialirkan,” ungkapnya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara Ditjen Migas, SKK Migas, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Ia juga menyoroti perlunya reformasi regulasi untuk mempercepat proses lelang wilayah kerja migas, mengingat masih terdapat sekitar 60 blok migas yang belum dilelang.

“Kemudian juga adalah bagaimana bisa mempersiapkan, mengalokasikan gas untuk domestik maupun market kita di luar negeri agar semuanya bisa berjalan. Saya pikir itu,” ujar Bahlil.

Dengan pelantikan ini, diharapkan kepemimpinan baru di Ditjen Migas dapat mempercepat berbagai program strategis nasional dan mendorong sektor migas menjadi lebih efisien, transparan, dan berdaya saing.(*)

Klarifikasi Isu Larangan Wartawan Meliput Pelantikan, Tegaskan Kejadian Bukan di Pengadilan Agama Kendari

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement