FAKTAINDONESIA.NET, KONAWE UTARA – Julukan “jalan maut” bukan sekadar ungkapan kosong bagi ruas jalan Trans Sulawesi yang melintasi Desa Abola, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara. Selama bertahun-tahun dibiarkan terbengkalai, jalan ini dipenuhi lubang dalam yang menganga bagaikan ranjau darat, dan kian sering merenggut nyawa pengguna jalan.
Kondisi memprihatinkan ini kembali mencuri perhatian publik setelah beredar luas rekaman video yang diambil warga. Dalam cuplikan itu, terlihat seorang pengendara sepeda motor terkapar di pinggir jalan dengan luka berdarah di kepala, diduga kehilangan kendali setelah ban kendaraannya pecah menabrak lubang yang tidak terlihat jelas. Warga sekitar segera bertindak cepat untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan pertolongan.
“Sudah banyak kejadian. Bukan hanya pengendara motor yang celaka, kendaraan roda empat pun sering mengalami kerusakan parah setelah melintasi jalur ini,” ujar salah seorang warga setempat.

Kondisi salah satu titik aspal yang berlubang dalam dan digenangi air di ruas jalan nasional Desa Abola yang selama bertahun-tahun dilaporkan terbengkalai tanpa adanya pengaspalan ulang dari pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Melihat risiko yang terus mengancam keselamatan orang yang lewat, Kepala Desa Abola, Hariawan, akhirnya menyampaikan kekhawatirannya. Ia menyayangkan kondisi jalan utama yang menjadi urat nadi transportasi itu justru berubah menjadi ancaman mematikan.
“Saya selaku Kepala Desa Abola sangat prihatin. Sungguh kasihan jika masih ada korban berjatuhan hanya karena jalan yang rusak ini. Kebanyakan kecelakaan terjadi karena ban kendaraan bocor atau pecah akibat lubang yang dalam,” ujar Hariawan dengan nada penuh kekhawatiran saat dihubungi melalui pesan daring, Sabtu (27/6/2026).
Ia menegaskan bahwa kerusakan ini bukanlah masalah baru, melainkan telah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada penanganan yang tuntas dan menyeluruh.
“Lokasinya persis di ruas jalan Trans Sulawesi yang melintasi desa kami. Sudah banyak nyawa melayang hanya karena kelalaian perbaikan yang tidak kunjung selesai,” tegasnya.
Mengingat jalan ini menjadi jalur utama lalu lintas barang dan orang antarwilayah, Hariawan mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk segera turun tangan.
Menurutnya, cara perbaikan seadanya atau sekadar menambal bagian yang rusak saja sudah tidak cukup mengatasi masalah, mengingat jalur ini dilewati setiap hari oleh kendaraan pribadi hingga truk bermuatan berat.
Editor: Redaksi | Laporan: Wan





Comment