SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra

Dosen Fakultas Pertanian UHO Gelar Pelatihan Inovasi Kaldu Sayuran Non-MSG Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Desa Lohia

FAKTAINDONESIA.NET – Upaya meningkatkan kesehatan dan kemandirian ekonomi masyarakat kembali digalakkan melalui program Implementasi Teknologi Pangan dalam Inovasi Kaldu Sayuran Non-MSG di Desa Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim, Sri Rejeki, dan melibatkan para ibu rumah tangga sebagai peserta utama.

Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini menghadirkan Prof. Dr. Ine Fausayana sebagai pemateri, yang memberikan pelatihan tentang cara menghitung harga jual produk agar warga dapat memasarkan hasil inovasi mereka secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajarkan cara mengolah berbagai bahan alami seperti wortel, seledri, bawang merah, bawang putih, daun bawang, dan jamur kuping menjadi kaldu sayuran non-MSG yang sehat, aman, dan bernilai jual tinggi.

Sri Rejeki menjelaskan, bahan sayuran yang digunakan dapat disesuaikan dengan hasil kebun warga.

Bentuk Dukungan kepada Presiden Prabowo, GPIM Luncurkan “Makan Bowo Gratis” di Konawe

“Sayurannya bisa diganti dengan kelor, bayam, atau kangkung. Tapi kunci utamanya tetap pada jamur kuping, karena memberi cita rasa gurih alami tanpa perlu MSG,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lohia, Sarjo, menyambut baik kegiatan inovatif ini. Ia menilai program tersebut sejalan dengan visi desa untuk memberdayakan masyarakat melalui teknologi pangan lokal.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Bahkan, dari pihak desa siap membantu menyediakan alat oven pengering melalui dana desa agar produksi kaldu sayuran bisa berkelanjutan,” kata Sarjo.

Melalui pelatihan ini, para ibu rumah tangga diharapkan mampu menghasilkan produk olahan sehat yang tidak hanya dikonsumsi keluarga, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi.

Selain memperkenalkan pangan tanpa bahan kimia tambahan, inovasi kaldu sayuran non-MSG ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Pertamax Melonjak Jadi Rp 16.250, Ini Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Per 10 Juni 2026 di Jawa hingga Sulawesi

Kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong inovasi pangan lokal berbasis kearifan dan kemandirian ekonomi.(*)

Editor : Redaksi | Laporan : Samsul

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement