SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra

Dosen Fakultas Pertanian UHO Latih Ibu-ibu PKK Desa Cialam Jaya Olah Kakao Jadi Cokelat Batang

FAKTAINDONESIA.NET Dalam upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian kakao, tim dosen Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internal Tahun 2025 di Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, pada Sabtu (27/9/2025).

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Nilai Tambah Kakao Melalui Pembuatan Cokelat Batang di Desa Cialam Jaya Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan” ini dipimpin oleh Dr. Nur Asyik, S.P., M.Si. selaku Ketua Tim Pengabdian, bersama anggota tim: Prof. Iskandar, S.P., M.Si., Ph.D., Ir. Robiatul Adawiyah, M.Si., dan Pertiwi Syarni, S.Hut., M.Si.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Cialam Jaya, Rustam Suleman, S.E., serta dihadiri oleh para dosen pelaksana dan 20 peserta pelatihan yang merupakan ibu-ibu PKK Desa Cialam Jaya.

Materi pertama disampaikan oleh Prof. Iskandar, S.P., M.Si., Ph.D. yang membahas mengenai peluang bisnis kakao dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Desa Cialam Jaya.

Bentuk Dukungan kepada Presiden Prabowo, GPIM Luncurkan “Makan Bowo Gratis” di Konawe

Sementara materi kedua dibawakan oleh Dr. Nur Asyik, S.P., M.Si. yang memaparkan proses pengolahan biji kakao menjadi cokelat batang. Ia menjelaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah:

1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah biji kakao menjadi cokelat batang.

2. Meningkatkan pemahaman tentang produk turunan kakao.

3. Memotivasi ibu-ibu PKK agar mampu memproduksi cokelat batang sebagai produk bernilai ekonomi tinggi.

Pertamax Melonjak Jadi Rp 16.250, Ini Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Per 10 Juni 2026 di Jawa hingga Sulawesi

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan tahapan lengkap pembuatan cokelat batang mulai dari penyangraian biji kakao, pengupasan kulit untuk mendapatkan nibs kakao, hingga penggilingan menjadi pasta kakao.

Tahapan selanjutnya meliputi penimbangan dan pencampuran bahan seperti pasta kakao, mentega putih, susu bubuk, gula halus, kuning telur rebus, vanili, dan kacang mete. Adonan kemudian dipanaskan dengan cara mengetim, digiling halus, lalu dicetak menjadi cokelat batang siap konsumsi.

“Peserta diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam bentuk usaha skala rumah tangga sehingga menjadi cikal bakal industri kecil olahan kakao,” ujar Dr. Nur Asyik.

Sementara itu, Kepala Desa Cialam Jaya, Rustam Suleman, S.E., mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyebut, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warganya dalam mengolah potensi kakao yang melimpah di desa mereka.

Pria di Kendari Mengamuk dan Rusak Rumah Warga Pakai Sajam Sebelum Diciduk Polisi

“Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat agar tidak hanya menjual kakao dalam bentuk biji kering, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti cokelat batang,” ucap Rustam.(*)

Editor : Redaksi | Laporan : Samsul

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement