FAKTAINDONESIA.NET – Aktivitas seismik global dilaporkan meningkat drastis pada Kamis pagi (25/6/2026) setelah tiga gempa bermagnitudo besar mengguncang dua wilayah berbeda di belahan dunia dalam waktu yang hampir bersamaan.
Fenomena langka berupa gempa kembar (doublet) melanda negara Venezuela di Amerika Selatan, yang kemudian disusul oleh gempa kuat yang menghantam wilayah lepas pantai Iwate, Jepang, hanya dalam hitungan menit.
Rentetan gempa tektonik kuat yang terjadi berurutan ini sempat memicu alarm peringatan dini tsunami dari otoritas keamanan masing-masing negara sebelum akhirnya situasi dinyatakan aman.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan aktivitas seismik global @infogempadunia, rentetan bencana parah ini dimulai dari wilayah Venezuela. Gempa pertama berkekuatan M = 7.2 mengguncang negara tersebut pada Rabu malam (24/6) pukul 18.04 waktu setempat atau Kamis pagi pukul 05.04 WIB dengan mekanisme sesar geser (strike-slip).
Hanya berselang 37 detik kemudian, tepatnya pukul 18.05 waktu setempat (05.05 WIB), gempa yang jauh lebih besar bermagnitudo M = 7.5 kembali menghentak lokasi yang berdekatan. Gempa kedua ini dikonfirmasi sebagai gempa utama (mainshock) dari fenomena gempa kembar tersebut.
Belum reda kepanikan yang terjadi di Venezuela, kurang dari setengah jam kemudian tepatnya pukul 07.30 waktu setempat (05.30 WIB), wilayah Asia Timur ikut diguncang. Gempa kuat bermagnitudo M = 6.9 melanda kawasan Lepas Pantai Iwate, Jepang.
Badan meteorologi setempat mencatat bahwa gempa yang melanda Negeri Sakura ini dipicu oleh aktivitas tektonik dengan mekanisme sesar naik (thrust fault). Rangkaian gempa kuat yang terjadi dalam waktu berdekatan ini langsung menjadi sorotan dunia internasional.
Akibat besarnya magnitudo dari rangkaian gempa tersebut, otoritas di Venezuela maupun Jepang sempat mengeluarkan peringatan potensi tsunami bagi masyarakat yang berada di sekitar pesisir pantai.
Namun, setelah dilakukan pemantauan intensif terhadap riak gelombang laut, kedua negara kini telah resmi mencabut status waspada tsunami dan situasi dinyatakan kondusif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari otoritas setempat mengenai total kerugian materiil maupun korban jiwa akibat rentetan gempa besar tersebut.(*)
Editor: Redaksi | Sumber : x @infogempadunia





Comment