SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Internasional

Netanyahu Akui Israel Terisolasi Imbas Agresi di Gaza, Minta Rakyat Mandiri Swasembada

Istimewa

FAKTAINDONESIA.NET – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk pertama kalinya mengakui bahwa negaranya kini mengalami isolasi ekonomi akibat agresi militer di Jalur Gaza, Palestina.

Dalam konferensi Kementerian Keuangan di Yerusalem, Senin (15/9/2025), Netanyahu menyatakan kondisi perekonomian Israel sedang “tidak baik-baik saja” akibat embargo dari negara Barat serta maraknya propaganda anti-Israel di ruang digital yang disebutnya dipengaruhi oleh Qatar dan China.

“Israel memasuki semacam isolasi. Kita harus cepat menyesuaikan diri dengan ekonomi yang berkarakteristik swasembada,” ucap Netanyahu, dikutip Anadolu Agency.

Meski mengaku benci dengan istilah swasembada karena identik dengan ekonomi tertutup, Netanyahu menilai Israel tak punya pilihan selain memperkuat industri dalam negeri, terutama di bidang persenjataan.

“Saya percaya pada pasar bebas, tetapi kita mungkin berada dalam situasi di mana industri persenjataan kita terhambat. Kita perlu mengembangkan industri persenjataan dalam negeri, bukan hanya penelitian dan pengembangan, tetapi juga kemampuan untuk memproduksi apa yang kita butuhkan,” ujarnya, dikutip The Times of Israel.

Fakta Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Udara AS–Israel

Sejumlah sekutu Israel di Eropa kini mulai menjaga jarak. Inggris, Spanyol, dan Kanada telah menghentikan ekspor senjata ke Israel dalam beberapa bulan terakhir sebagai bentuk protes atas agresi militer yang menewaskan puluhan ribu warga Gaza.

Data terbaru menyebut jumlah korban jiwa di Gaza sejak Oktober 2023 hampir mencapai 65.000 orang, mayoritas perempuan, anak-anak, dan warga yang menderita malnutrisi.

Selain sanksi, gelombang pengakuan Palestina sebagai negara juga semakin menguat. Prancis, Inggris, Kanada, Portugal, Australia, Malta, hingga Belgia telah menyatakan dukungan untuk mengakui kemerdekaan Palestina dalam Sidang Majelis Umum PBB pada September ini.

Menurut Netanyahu, perubahan sikap negara-negara Barat dipicu oleh demografi baru akibat migrasi Muslim ke Eropa serta pengaruh aktor-aktor anti-Israel di platform digital.(*)

Jalankan Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah, Kapolri Lepas Satgas FPU 7 MINUSCA

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement