FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Internal Universitas Halu Oleo (PKMI-UHO) menggelar kegiatan pelatihan penerapan teknologi tepat guna bertajuk pengolahan limbah ikan menjadi penyedap rasa alami dan Pupuk Organik Cair (POC) di Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Senin (20/7/2026).
Program edukasi yang ditujukan untuk mendukung ekosistem laut berkelanjutan ini dibuka secara resmi oleh Lurah Lapulu, Askal, S.Si., serta diikuti oleh 15 orang ibu rumah tangga yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK Kelurahan Lapulu. Pemerintah setempat memberikan apresiasi tinggi karena pengolahan sisa olahan perikanan sangat relevan dengan karakteristik Lapulu sebagai kawasan pesisir yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan.
Ketua Tim PKMI-UHO, Dr. Nur Asyik, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa pengolahan limbah cair hasil perebusan ikan pindang menjadi bubuk penyedap rasa alami merupakan inovasi penting sebagai alternatif pengganti Monosodium Glutamate (MSG) sintetis. Selain memberikan rasa gurih umami yang aman bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang, produk olahan ini kaya akan kandungan protein, mineral, dan vitamin esensial.

Anggota tim dosen Agustono Slamet, S.P., M.P., bersama mahasiswa mendemonstrasikan pencampuran bahan fermentasi Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah ikan di hadapan peserta.
Sementara itu, anggota tim akademisi, Agustono Slamet, S.P., M.P., mendemonstrasikan proses pembuatan POC dari sisa kepala, tulang, maupun jeroan ikan menggunakan campuran gula merah atau molases, bioaktivator EM4, air beras, dan air bersih. Fermentasi pupuk cair yang berlangsung selama dua hingga tiga minggu tersebut menghasilkan nutrisi nitrogen, fosfor, kalium, serta enzim yang efektif menunjang pertumbuhan tanaman di pekarangan rumah maupun kebun Dasa Wisma warga.
Rangkaian pelatihan yang juga diperkuat oleh anggota tim Ir. Dedi Erawan, M.T., Dr. Asmar Hasan, S.P., M.P., serta tiga mahasiswa Fakultas Pertanian UHO ini berlangsung interaktif saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab bersama para peserta.
Para mahasiswa aktif mendampingi peragaan teknis, memfasilitasi kebutuhan alat bahan, hingga mencatat setiap pertanyaan warga terkait potensi pembuatan penyedap rasa dari limbah padat serta petunjuk aplikasi pupuk cair pada berbagai jenis tanaman.
Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis lingkungan pesisir ini sekaligus menjadi kontribusi nyata civitas akademika Universitas Halu Oleo dalam mendukung ketercapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pada indikator SDGs 14 mengenai penataan dan pemeliharaan ekosistem lautan yang berkelanjutan.
Editor : Redaksi





Comment