FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan, Jurusan Ilmu Lingkungan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) bersinergi dengan Universitas Jember serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kolaborasi lintas institusi ini sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Sabtu (4/4/2026), yang dipusatkan di Kelurahan Anggoeya, Kota Kendari.

Kegiatan strategis ini mengusung tema edukasi dan pendampingan produksi ecoenzyme berbasis komunitas untuk mendukung ekonomi sirkular. Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman praktis kepada warga mengenai pemanfaatan limbah organik rumah tangga, seperti kulit buah dan sisa sayuran, menjadi produk bernilai guna tinggi.
Ecoenzyme sendiri merupakan cairan hasil fermentasi yang memiliki beragam manfaat, mulai dari pembersih alami, pupuk cair, hingga agen pengendali hama yang ramah lingkungan.

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para anggota dasa wisma Kelurahan Anggoeya yang menjadi peserta utama dalam agenda ini. Mereka tidak hanya mendapatkan materi teoretis, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan ecoenzyme yang dipandu oleh instruktur ahli dari DLH Provinsi Sulawesi Tenggara serta didampingi oleh tim dosen dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi tersebut.
Proses edukasi ini dirancang agar masyarakat dapat menduplikasi teknik fermentasi secara mandiri di rumah masing-masing.
Ketua tim pengabdian menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Melalui edukasi ini, diharapkan volume sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dapat berkurang signifikan karena telah diolah menjadi produk produktif.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan DLH Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan apresiasi atas kolaborasi ini dan menekankan bahwa sinergi antara akademisi dan pemerintah adalah kunci utama mewujudkan tata kelola sampah yang efektif.
p
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada tahap sosialisasi semata, melainkan mampu memicu perubahan perilaku jangka panjang dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Ke depan, program serupa direncanakan akan terus dikembangkan dan diperluas ke berbagai wilayah lain di Sulawesi Tenggara.
Dengan suksesnya agenda di Kelurahan Anggoeya, wilayah ini diharapkan dapat menjadi prototipe bagi daerah lain dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.(*)
Editor: Redaksi | Laporan: Sul



Comment