JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasa dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meminta seluruh siswa di Indonesia untuk tidak mudah terprovokasi berita bohong atau hoaks yang dapat memicu keterlibatan mereka dalam unjuk rasa atau kekerasan.
Imbauan ini disampaikan Mu’ti usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.
Mu’ti menyoroti keterlibatan siswa dalam demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR pada Senin (25/8) lalu, yang menurutnya dipicu oleh berita-berita yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Kami mengimbau kepada para siswa di seluruh Indonesia untuk tidak terprovokasi oleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran guru dan kepala sekolah dalam mengawasi dan membimbing siswa agar tetap fokus pada tugas utama mereka sebagai pelajar.
Menurutnya, meskipun unjuk rasa merupakan salah satu cara menyampaikan aspirasi, siswa sebaiknya tetap mengutamakan belajar di sekolah.
“Aspirasi kan ada berbagai macam cara kan, jadi sebaiknya para murid itu belajar di sekolah,” kata Mu’ti.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya memulangkan 196 anak di bawah umur yang ditangkap saat unjuk rasa tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary, menyebutkan bahwa para siswa tersebut terlibat dalam perusakan fasilitas umum dan datang karena ajakan di media sosial.
“Mereka datang karena ajakan dari media sosial. Kemarin, di jam pelajaran kejadiannya, anak-anak pelajar ini berasal dari Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor, ada juga dari Sukabumi,” jelasnya.(*)


Comment