SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra Inspirasi

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Ibu-Ibu Majelis Taklim Nurul Hidayah Anawai Dilatih Olah Sampah Jadi Eco-Enzyme

Ibu-ibu Majelis Taklim Nurul Hidayah RW 04 Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua saat saat poto besrsama dengan fasilitator KOSABU, Sabtu (13/06/2026).

FAKTAINDONESIA.NET | KENDARI – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLH) 2026, aksi nyata kepedulian terhadap kelestarian alam digulirkan di tingkat rukun warga.

Komunitas Sahabat Bumi (KOSABU) berkolaborasi dengan Majelis Taklim Nurul Hidayah RW 04 Kelurahan Anawai menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “Sedekah Sampah Organik: Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme bagi Ibu-Ibu Majelis Taklim Nurul Hidayah RW 04 Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua” pada Sabtu (13/06/2026).

Agenda pemberdayaan masyarakat ini diinisiasi untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas kaum perempuan dalam mengelola sisa dapur rumah tangga agar tidak terbuang sia-sia ke tempat pembuangan akhir, melainkan diubah menjadi produk aplikatif yang bernilai guna tinggi.

Pelaksanaan kegiatan ini berjalan sukses berkat adanya dukungan penuh dari berbagai elemen sektoral, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (FHIL UHO), hingga relawan Komunitas Sahabat Bumi sendiri.

Selama pelatihan berlangsung, para peserta yang didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga tampak sangat antusias menyerap pemaparan materi mengenai urgensi pengurangan volume sampah langsung dari sumber utamanya.

Kakanwil Kemenag Sultra Buka PESPARANI Katolik Daerah III Sultra Tahun 2026

Selain dibekali teori dasar mengenai konsep ekonomi sirkular, para ibu jemaah taklim juga dituntun melakukan praktik langsung memproduksi cairan eco-enzyme dengan memanfaatkan limbah organik segar seperti sisa kulit buah dan potongan sayuran.

Cairan eco-enzyme sendiri dikenal luas sebagai produk multiguna hasil fermentasi bahan organik yang bisa diaplikasikan sebagai pembersih lantai alami, pupuk organik cair, hingga agen pengurai limbah rumah tangga.

Melalui gerakan “sedekah sampah organik” ini, masyarakat Kelurahan Anawai didorong untuk merubah paradigma lama dalam memandang sampah, dari yang awalnya dianggap sebagai barang buangan kotor kosmetik lingkungan menjadi sebuah sumber daya baru yang ramah lingkungan.

Perwakilan KOSABU menilai keterlibatan aktif kelompok perempuan memiliki peran yang sangat strategis sebagai motor penggerak perubahan perilaku manajemen sampah di level domestik karena mereka mampu mengedukasi keluarga terdekatnya secara langsung.

Sinergi yang terbangun dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kota Kendari ini menjadi bukti konkret bahwa langkah penyelamatan bumi dapat dimulai dari skala terkecil di dapur rumah masing-masing melalui semangat gotong royong.

Aliansi Mahasiswa Nusantara Sultra Desak Kapolda Copot Kapolres Bau-Bau, Soroti Sejumlah Kasus yang Dinilai Janggal

Pihak Komunitas Sahabat Bumi menegaskan bahwa aksi lingkungan ini tidak akan berhenti sampai di sini, melainkan akan terus berlanjut sepanjang bulan Juni 2026. Berbagai rangkaian kampanye hijau, edukasi publik, dan aksi pungut sampah massal yang melibatkan akademisi, komunitas peduli alam, serta pemerintah daerah akan terus digalakkan secara masif demi mewujudkan masa depan lingkungan Sulawesi Tenggara yang jauh lebih bersih, sehat, dan lestari.

Editor: Redaksi | Laporan: Sul

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement