SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra

Kanwil Kemenag Sultra Gelar Zikir dan Istighotsah Muharam 1448 H, Tebar Maslahat dan Perkuat Keimanan

FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Tenggara menggelar Zikir dan Istighotsah Muharam 1448 Hijriah dengan mengusung tema “Peaceful Muharam: Menebar Maslahat, Menguatkan Iman”, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menanamkan nilai-nilai kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam tausiahnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tenggara, KH Muslim, menyampaikan bahwa salah satu cara meningkatkan kualitas ibadah adalah dengan menghadirkan Rasulullah SAW dalam setiap aktivitas ibadah.

Menurutnya, menghadirkan Rasulullah SAW bukan berarti secara fisik, melainkan menghadirkan keteladanan, sunnah, dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW di dalam hati ketika beribadah kepada Allah SWT.

“Dengan menghadirkan Rasulullah SAW dalam hati, seorang muslim akan lebih berhati-hati dalam menjalankan ibadah, menjaga adab, serta berupaya melaksanakan amalan sesuai tuntunan yang beliau ajarkan,” ujarnya.

Jaga Netralitas Kampus, Dr Herman Resmi Mundur dari Jabatan Plt Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Demi Fokus Pilrek 2026

KH Muslim menjelaskan, salah satu cara menghadirkan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan memperbanyak membaca salawat. Hal itu merujuk pada hadis Nabi yang menerangkan bahwa setiap salawat yang dibaca umatnya akan sampai kepada beliau.

“Melalui salawat, hubungan spiritual antara umat dan Rasulullah SAW semakin kuat. Salawat bukan hanya menjadi bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana mengingat perjuangan, akhlak, dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia menegaskan bahwa menghadirkan Rasulullah SAW dalam setiap ibadah akan mendorong seseorang menjadi lebih khusyuk, ikhlas, dan berupaya meneladani sunnah beliau. Dengan demikian, ibadah yang dijalankan tidak sekadar menjadi rutinitas, melainkan benar-benar menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui tuntunan Rasul-Nya.

Di akhir tausiahnya, KH Muslim mengajak seluruh jamaah melakukan refleksi diri menjelang pergantian tahun Hijriah.

“Semoga di tahun yang akan datang kita menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan keikhlasan, sebagaimana yang disampaikan Baginda Rasulullah SAW, mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang beruntung,” ungkapnya.

Hantam Tugu Bundaran Tinanggea, Pengendara Motor di Konsel Tewas di Tempat dan Rekannya Kritis

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara, H Mansur, S.Pd., M.A., mengatakan pelaksanaan Zikir dan Istighotsah Muharam 1448 Hijriah sengaja digelar sehari lebih awal agar masyarakat dapat lebih leluasa beribadah pada hari besar tersebut.

“Mengingat besok merupakan hari besar bagi umat Islam dan salah satu momentum penting yang patut kita sambut dengan penuh syukur, saya berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik. Karena itu, kegiatan ini dilaksanakan hari ini menjelang sore,” ujar Mansur.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan sehari lebih awal memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memanfaatkan momentum tahun baru Hijriah dengan beribadah, beristirahat, dan berkumpul bersama keluarga.

Mansur menegaskan bahwa semangat Muharam harus menjadi momentum untuk menciptakan kedamaian dan ketenangan dalam kehidupan masyarakat.

“Makna Muharam yang kita usung adalah bagaimana bulan ini mampu menghadirkan kedamaian dan ketenangan dalam diri kita. Ketenangan itu tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi harus terus kita bangun melalui berbagai amalan, salah satunya dengan memperbanyak zikir,” katanya.

‎Pesta Miras Berujung Petaka, Kericuhan Pemuda di Wakatobi Viral: Ada yang Terlempar dari Gazebo

Ia menambahkan, zikir menjadi sarana menenangkan hati, menciptakan suasana batin yang damai, serta membangun optimisme dalam menjalani kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut, Mansur juga menyinggung Program Gerakan 100 Ribu Penghafal Al-Qur’an yang tengah didorong Kementerian Agama. Menurutnya, membaca dan menghafal Al-Qur’an tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi jalan untuk memperoleh ketenangan jiwa.

“Al-Qur’an mengajarkan ketenangan dan kedamaian. Karena itu, program menghafal Al-Qur’an menjadi salah satu upaya membangun masyarakat yang lebih baik,” ujarnya.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial melalui kegiatan berbagi, khususnya pada momentum 10 Muharam. Semangat berbagi, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Mansur menilai masyarakat saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk munculnya gejala perpecahan yang kerap terlihat di media sosial.

“Kita sering melihat media sosial lebih banyak diisi hujatan daripada hal-hal yang membawa kebaikan. Karena itu, menjelang 10 Muharam ini mari kita jadikan momentum untuk menciptakan kedamaian, ketenteraman, dan memperkuat persatuan,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa perdamaian harus diwujudkan secara nyata melalui kesadaran bersama, saling menghormati, memperkuat solidaritas sosial, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan Zikir dan Istighotsah Muharam 1448 Hijriah ini, Kanwil Kemenag Sulawesi Tenggara berharap semangat Muharam dapat menjadi penggerak lahirnya masyarakat yang damai, religius, peduli sesama, serta semakin dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan ajaran Rasulullah SAW.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement