FAKTAINDONESIA.NET – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Kakanwil Kemenag Sultra), H. Mansur, membuka kegiatan Pembinaan Masjid Percontohan Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025 yang digelar, Rabu (03/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang dan Katim Kerja, JFT dan Pelaksana Bidang Urais Kanwil Kemenag Sultra, Ketua Umum MUI Sultra, Operator Sistem Informasi Masjid (Simas) dari Kemenag kabupaten/kota se-Sultra, serta para Operator KUA se-Sultra.
Kepala Kemenag Sultra, Mansur mengatakan bahwa masjid bukan hanya difungsikan sebagai tempat melaksanakan ibadah salat semata. Sejak masa Rasulullah SAW, masjid sudah menjadi pusat berbagai aktivitas umat.
“Masjid itu multifungsi. Selain sebagai tempat ibadah, juga tempat interaksi sosial, pusat pendidikan, bahkan tempat berlangsungnya kegiatan politik dan ekonomi,” katanya, Kamis (4/12/2025).
Mansur menegaskan bahwa masjid memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk identitas spiritual dan sosial masyarakat. Masjid menjadi wadah bagi umat untuk menjaga hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat silaturahmi sesama muslim.
Menurut Mansur, fungsi ekonomi masjid terlihat dari peranannya sebagai tempat pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah.
“Kontribusi masjid dalam perekonomian umat sangat besar. Zakat, infak, dan sedekah terdistribusi dari masjid kepada yang membutuhkan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa masjid merupakan pusat pendidikan melalui kajian keislaman serta pembinaan keilmuan umat. Karena itu, masjid perlu dijaga kemuliaannya dan difungsikan sesuai prinsip keislaman yang membawa rahmat.
Mansur juga menyoroti bahwa masjid harus menjadi pusat layanan sosial, seperti konsultasi keluarga, pelayanan ramah disabilitas, ramah anak, hingga konsep Green Mosque yang memperhatikan kelestarian lingkungan.
Selain itu, masjid berperan sebagai pusat kerukunan dan moderasi beragama yang memperkuat persatuan.
“Jangan sampai masjid yang diharapkan menjadi pusat moderasi dan persatuan justru menjadi tempat berkembangnya radikalisme. Apalagi saat ini radikalisme sudah menyasar generasi muda, bahkan melalui media sosial,” tegasnya.
Terakhir, Mansur mengimbau seluruh pengurus dan pengelola masjid untuk selalu melakukan mitigasi agar fungsi masjid tidak bergeser dari tujuan utamanya.
“Masjid harus bertransformasi menjadi pusat dakwah Islam yang wasathiyah dan pusat informasi yang benar. Mari tingkatkan fungsi masjid kita agar menjadi tempat yang nyaman dan mampu membina generasi muda,” pungkasnya.(*)
Editor : Samsul | Laporan : Wan





Comment