FAKTAINDONESIA.NET – Calon Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka periode 2026-2030, Ramadhan Tosepu, SKM., M.Kes., Ph.D., menawarkan pembentukan Pusat Studi Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program unggulan kampus yang selaras dengan visi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Gagasan tersebut disampaikan Ramadhan dalam pemaparan visi, misi, dan program kerja pada tahapan Pemilihan Rektor (Pilrek) USN Kolaka. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga harus mampu menjadi motor penggerak pembangunan melalui riset dan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Ramadhan menilai program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas nasional memiliki ruang besar untuk dikembangkan melalui pendekatan akademik. Karena itu, kampus perlu mengambil peran lebih aktif dalam menghasilkan kajian, rekomendasi kebijakan, hingga model implementasi yang dapat mendukung keberhasilan program tersebut di daerah.
Menurut dia, pembentukan Pusat Studi MBG akan menjadi wadah bagi para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk melakukan penelitian terkait gizi, kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, pemberdayaan petani lokal, hingga dampak sosial dan ekonomi dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Melalui pusat studi tersebut, USN Kolaka diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyediakan data dan rekomendasi berbasis riset yang dapat digunakan dalam penyusunan kebijakan pembangunan.
Ramadhan mengatakan Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar dalam mendukung program MBG melalui sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan usaha mikro yang tersebar di berbagai daerah. Potensi tersebut dinilai perlu didukung oleh riset dan inovasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Gagasan pembentukan Pusat Studi MBG juga menjadi bagian dari visi besar yang diusung Ramadhan, yakni menjadikan USN Kolaka sebagai perguruan tinggi unggul berbasis kearifan lokal yang mengintegrasikan nilai-nilai Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Visi tersebut diterjemahkan melalui berbagai program strategis yang berorientasi pada penguatan tata kelola kampus, peningkatan kualitas sumber daya manusia, transformasi pendidikan berbasis digital, penguatan riset, serta perluasan kemitraan nasional dan internasional.
Bagi Ramadhan, implementasi Asta Cita di lingkungan perguruan tinggi harus diwujudkan melalui program-program yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, keberadaan pusat studi yang fokus pada isu-isu strategis nasional menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat kontribusi kampus terhadap pembangunan.
Selain menghasilkan penelitian, Pusat Studi MBG juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, hasil riset kampus tidak hanya berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah proses Pilrek USN Kolaka yang memasuki tahap akhir, gagasan Ramadhan Tosepu mengenai Pusat Studi MBG menjadi salah satu program yang menonjol. Konsep tersebut menunjukkan upaya menghubungkan agenda pembangunan nasional dengan peran perguruan tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Redaksi




Comment