SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lingkungan

Edukasi Lingkungan dan Mitigasi Banjir, Warga Bonggoeya Gelar Aksi Nyata Bersama Komunitas dan Mahasiswa

FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir mendorong warga RT 18/RW 05 Kelurahan Bonggoeya, Kota Kendari, menggelar kegiatan edukasi lingkungan dan aksi mitigasi banjir pada Sabtu-Minggu (30-31/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Konasara tersebut diinisiasi oleh ibu-ibu rumah tangga yang prihatin terhadap semakin seringnya banjir melanda kawasan permukiman mereka.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Komunitas Teras, Komunitas Sahabat Bumi, Jurusan Ilmu Lingkungan, Komunitas Perpustakaan Jalanan, serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Kendari.

Berbagai kegiatan dilakukan selama dua hari, mulai dari edukasi pengelolaan sampah dan lingkungan bagi anak-anak, pembuatan lubang resapan biopori di rumah warga, pembersihan drainase, pemasangan papan imbauan peduli lingkungan, hingga penataan kebun tanaman obat keluarga (TOGA) dan lingkungan permukiman.

Sebanyak 25 siswa sekolah dasar mengikuti sesi edukasi lingkungan yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Anak-anak diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, memilah sampah, mengenali jenis sampah dan bukan sampah, serta memahami peran masyarakat dalam mencegah terjadinya banjir.

‎Opini! Drama dan Intrik Partai Politik di Tengah Persoalan Rakyat

Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa sampah yang dibuang sembarangan dapat menyumbat saluran drainase sehingga meningkatkan risiko genangan dan banjir saat musim hujan.

Selain memberikan edukasi kepada generasi muda, kegiatan ini juga menjadi bentuk aksi nyata masyarakat dalam meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Pembuatan biopori dilakukan untuk meningkatkan daya serap air ke dalam tanah, sementara pembersihan drainase bertujuan memperlancar aliran air dan mengurangi risiko genangan.

Salah satu fasilitator kegiatan mengatakan bahwa mitigasi banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur berskala besar, tetapi juga dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga melalui pengelolaan sampah yang baik, pembuatan biopori, pemeliharaan drainase, serta penghijauan lingkungan.

“Mitigasi banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur besar, tetapi juga dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga melalui pengelolaan sampah yang baik, pembuatan biopori, pemeliharaan drainase, serta penghijauan lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan gotong royong tersebut juga menjadi sarana memperkuat kohesi sosial masyarakat. Kolaborasi antara warga, komunitas, mahasiswa, dan berbagai pihak lainnya diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman ditinggali.

Diduga Korsleting Mesin Cuci, Rumah Panggung Warga Desa Teposua Kolut Ludes Terbakar

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, baik saat mengikuti edukasi lingkungan maupun saat kerja bakti membersihkan saluran drainase dan menata kawasan sekitar. Semangat kebersamaan yang terbangun dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih tangguh terhadap ancaman banjir.

Melalui sinergi antara warga RT 18/RW 05 Kelurahan Bonggoeya bersama seluruh pihak yang terlibat, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna mewujudkan Kelurahan Bonggoeya yang lebih bersih, sehat, dan resilien terhadap bencana.

Warga berharap inisiatif tersebut dapat menginspirasi masyarakat di wilayah lain untuk bergerak secara mandiri dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tanggap terhadap berbagai potensi bencana.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement