SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lingkungan

Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Konawe Sulawesi Tenggara, BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Sesar Lawanopo

Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), diguncang gempa bumi tektonik pada Minggu (8/3/2026) dini hari. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 4,3.

FAKTAINDONESIA.NET – Wilayah Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), diguncang gempa bumi tektonik pada Minggu (8/3/2026) dini hari.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 4,3.

Gempa terjadi sekira pukul 04.59.41 Wib, dengan episenter berada pada koordinat 3,73 LS dan 122,18 BT.

Atau sekitar 20 kilometer timur laut Konawe, dengan kedalaman 5 kilometer.

Menurut Plt Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil menjelaskan dalam rilisnya yang diterima media Fakta Indonesia, lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal, dipicu aktivitas Sesar Lawanopo.

Fkpmi Sultra Desak Gakkum Kementerian Esdm Ri Dan Kejaksaan Agung Ri Menindak Tegas Dugaan Pelanggaran Oleh Kontraktor Pt Autar Putra Mandiri Di Wilayah Iup Pt Sambas Minerals Mining

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Lawanopo,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) BMKG dan laporan masyarakat, gempa dirasakan di beberapa wilayah.

Di Konawe guncangan tercatat pada skala intensitas IV MMI atau dirasakan banyak orang di dalam rumah.

Sementara itu, di Kabupaten Konawe Utara dan Kabupaten Kolaka Timur gempa dirasakan dengan intensitas III MMI.

Yakni getaran terasa nyata di dalam rumah, seperti ada truk yang melintas.

Dikerumuni Semut dan Lemas, Bayi Perempuan Ditemukan Selamat di Eks Kantor Diknas Kapontori Buton

Sedangkan di Kota Kendari guncangan tercatat pada skala II–III MMI.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.

BMKG juga mencatat hingga pukul 05.40 WIB hasil pemantauan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan memastikan informasi resmi terkait gempa hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi BMKG, baik melalui media sosial maupun situs resmi lembaga tersebut. (*)

Editor: Redaksi | Laporan: Sul

Polresta Kendari Ungkap Kasus Penggelapan dan Curanmor, Residivis Ditangkap Setelah Beraksi di Enam TKP

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement