SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Internasional

Zapad 2025: Rusia-Belarus Pamer Kekuatan, NATO Gelar Operasi Tandingan

Ist

FAKTAINDONESIA.NET – Rusia dan Belarus menggelar latihan perang besar-besaran di Laut Barents sejak 12 September 2025. Latihan gabungan bertajuk Zapad atau “Barat” ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Moskow dan negara-negara Eropa dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam simulasi yang digelar pada Minggu (14/9), Rusia menguji coba rudal jelajah hipersonik Zircon (Tsirkon) dari fregat Armada Utara, Admiral Golovko. Rekaman yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia memperlihatkan rudal tersebut diluncurkan secara vertikal sebelum melesat cepat ke arah target di Laut Barents. Moskow mengklaim target berhasil dihancurkan dengan tembakan langsung.

Selain uji coba Zircon, pesawat tempur sekaligus bomber supersonik Sukhoi Su-34 berpartisipasi dalam simulasi serangan, sementara jet pengebom jarak jauh Tu-22M3 melakukan patroli udara selama empat jam di atas Laut Barents. Armada Utara juga mengerahkan pesawat anti-kapal selam jarak jauh, serta kapal selam nuklir Arkhangelsk yang menembakkan rudal Kalibr dari bawah air.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, latihan ini bertujuan meningkatkan koordinasi militer dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan serangan terhadap Rusia maupun Belarus. Moskow menegaskan, simulasi bersifat defensif dan tidak ditujukan untuk menyerang anggota NATO.

Namun, ketegangan meningkat setelah aliansi militer pimpinan Amerika Serikat itu mengumumkan operasi tandingan bertajuk Eastern Sentry. Langkah ini diambil usai insiden pelanggaran wilayah udara Polandia oleh drone Rusia pada 9–10 September.

Fakta Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Udara AS–Israel

Rudal hipersonik Zircon sendiri pertama kali dipamerkan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 2019. Rudal ini diklaim mampu melaju sembilan kali kecepatan suara dengan jangkauan lebih dari 1.000 kilometer, baik terhadap target darat maupun laut. Versi yang dioperasikan saat ini disebut memiliki jangkauan 400–1.000 kilometer dengan bobot hulu ledak 300–400 kilogram.

Menariknya, untuk pertama kalinya sejumlah perwira militer Amerika Serikat dikirim langsung ke Minsk, Belarus, guna menyaksikan latihan perang ini. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya pemerintahan Presiden AS Donald Trump mempererat hubungan dengan sekutu dekat Moskow.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement