SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra Hukum

Geger Warga Tinanggea  Temukan Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Desa Roraya Konsel, Mulut Dibungkam Celana

Petugas kepolisian dan Tim INAFIS Polres Konawe Selatan saat mengamankan lokasi penemuan mayat perempuan di perkebunan warga Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea.

FAKTAINDONESIA.NET, KONAWE SELATAN — Warga Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di area perkebunan milik warga bernama Nanto, Rabu (16/9/2026).

‎Korban diketahui berinisial D.Y (22), perempuan kelahiran Sinjai, 19 Maret 2004, yang berdomisili di Desa Sambahule, Kecamatan Baito, Konsel.

‎Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh warga bernama Suparno. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak Polsek Tinanggea.

‎Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Tinanggea IPTU Sucipto, S.H., M.H., CPM, bersama personel langsung mendatangi lokasi sekitar pukul 10.30 WITA. Polisi mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan pemeriksaan awal, serta mengumpulkan barang bukti dan keterangan sejumlah saksi.

‎Kapolsek Tinanggea selanjutnya berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Konawe Selatan, Tim Identifikasi/INAFIS, dan tenaga medis Puskesmas Tinanggea untuk melakukan olah TKP serta pemeriksaan terhadap korban.

‎Berdasarkan keterangan Yanti, pemilik Rumah Makan Febhy tempat korban bekerja, D.Y mulai bekerja di rumah makan tersebut sejak awal Mei 2026.

‎Pada Agustus 2026, korban sempat berhenti bekerja selama kurang lebih 10 hari. Menurut keterangan Yanti, keputusan itu diambil karena korban sering didatangi seorang laki-laki.

‎Korban kemudian kembali bekerja pada akhir Agustus 2026 dengan alasan masih memiliki cicilan telepon seluler.

‎Sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, Selasa (15/9/2026), sekitar pukul 05.50 WITA, Yanti meninggalkan rumah makan untuk menuju rumah keluarganya yang sedang berduka. Saat itu, korban masih berada di lokasi.

‎Sekitar pukul 11.00 WITA, Yanti kembali ke rumah makan dan melihat korban masih berada di tempat tersebut. Namun, sekitar pukul 16.00 WITA, Yanti kembali meninggalkan rumah makan.

‎Keesokan harinya, Rabu sekitar pukul 04.30 WITA, Yanti kembali ke rumah makan dan mendapati korban sudah tidak berada di tempat. Saat ditanyakan kepada Hasma yang berada di rumah makan, yang bersangkutan mengaku tidak mengetahui keberadaan korban.

‎Sekitar pukul 12.45 WITA, Tim INAFIS Polres Konawe Selatan yang dipimpin IPDA Ridwan Saidi tiba di lokasi. Tim kemudian melakukan pemeriksaan dan dokumentasi terhadap TKP serta korban.

‎Selanjutnya, sekitar pukul 13.15 WITA, tim medis Puskesmas Tinanggea yang dipimpin dr. Iren Constantyadi, S.Ked., bersama Tim INAFIS melakukan pemeriksaan visum luar terhadap korban di lokasi.

‎Dari pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah tanda luka pada beberapa bagian tubuh korban. Kondisi mulut korban juga ditemukan dalam keadaan dibungkam menggunakan celana.

‎Temuan tersebut masih memerlukan pendalaman. Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian, motif, maupun pihak yang bertanggung jawab atas meninggalnya korban.

‎Penyebab kematian dan ada atau tidaknya unsur kekerasan masih menunggu hasil autopsi serta pemeriksaan forensik.

‎Pihak keluarga telah menyetujui pelaksanaan autopsi. Sekitar pukul 15.45 WITA, korban dibawa oleh Tim INAFIS Polres Konawe Selatan bersama pihak Puskesmas Tinanggea menuju RS Bhayangkara Polda Sultra untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

‎Hingga kini, kepolisian masih mendalami keterangan para saksi dan mengumpulkan bukti guna mengungkap penyebab kematian korban.

‎Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk dugaan mengenai pelaku maupun motif kejadian, untuk menghindari keresahan dan spekulasi di tengah masyarakat.

 

Editor: Redaksi | Laporan: Wan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement