SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra Lingkungan

Putus Ruang Komunikasi, Forum Pemuda Wolo Tuntut HC Superintendent PT CMP Tinggalkan Blok Lapao Pao

PT CMP, Ceria Metalindo Prima, Blok Lapao Pao, Wolo, Forum Pemuda Wolo, Rekrutmen Tenaga Kerja, Tenaga Kerja Lokal, Masyarakat Lokal, Lapao Pao, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Industri Nikel, Hilirisasi Nikel, Pemberdayaan Masyarakat, Konflik Komunikasi Perusahaan

FAKTAINDONESIA.NET, WOLO –  Forum Pemuda Kecamatan Wolo menaikkan tensi persoalan di Blok Lapao Pao. Setelah mengaku berulang kali membuka ruang dialog dengan PT Ceria Metalindo Prima (PT CMP), forum tersebut kini menyatakan tidak lagi mengedepankan komunikasi persuasif dan menegaskan sejumlah tuntutan kepada perusahaan.

Ketua Forum Pemuda Kecamatan Wolo, Syamsuriadi, mengatakan berbagai upaya komunikasi telah dilakukan untuk menyampaikan keresahan masyarakat. Namun, menurut dia, persoalan terkait transparansi rekrutmen dan komunikasi perusahaan masih terus dikeluhkan.

“Kami sudah mencoba berkomunikasi dengan baik dan persuasif. Kami sudah memberikan ruang untuk menjelaskan. Tetapi persoalan yang sama terus berulang. Karena itu, hari ini kami pertegas sikap kami,” tegas Syamsuriadi.

Sikap paling keras Forum Pemuda Wolo diarahkan kepada posisi Human Capital (HC) Superintendent PT CMP yang berada di wilayah Blok Lapao Pao.

Forum secara terbuka meminta pejabat tersebut dievaluasi dan meninggalkan Blok Lapao Pao.

Jajaki Kerja Sama Internasional, Rektor Unsultra Temui Direktur CSEAS Kyoto University di Jepang

“Kami pertegas, HC Superintendent PT CMP harus keluar dari Blok Lapao Pao. Ini tuntutan kami dan tidak ada toleransi terhadap tuntutan tersebut,” ujar Syamsuriadi.

Tak hanya menyoroti posisi HC Superintendent, Forum Pemuda Kecamatan Wolo juga meminta mekanisme rekrutmen tenaga kerja PT CMP dievaluasi secara menyeluruh.

Menurut Syamsuriadi, persoalan mengenai informasi lowongan, proses pendaftaran, seleksi hingga komunikasi dengan pencari kerja disebut telah berulang kali menjadi keluhan masyarakat.

“Ini bukan satu atau dua kali masyarakat mengeluhkan persoalan rekrutmen. Keluhan mengenai informasi, kejelasan proses, dan komunikasi dengan para pencari kerja sudah berkali-kali muncul dan terus berulang sampai hari ini,” katanya.

Forum meminta perusahaan memastikan informasi rekrutmen dapat diakses masyarakat secara terbuka dan mekanisme seleksi dapat dipahami oleh para pencari kerja.

Misteri Kematian Perempuan di Konsel Terkuak, Mantan Kekasih Tega Cekik Korban Hingga Tewas

“Kami meminta transparansi. Masyarakat harus tahu bagaimana mekanismenya, ke mana harus mendaftar, bagaimana proses seleksinya, dan bagaimana mereka memperoleh informasi mengenai status lamaran mereka,” tegasnya.

Forum Pemuda Wolo juga menyoroti persoalan pemberdayaan masyarakat lokal.

Menurut forum, keberadaan aktivitas industri di wilayah Wolo semestinya diikuti dengan terbukanya kesempatan bagi masyarakat setempat, baik melalui lapangan kerja, peningkatan kompetensi maupun pemberdayaan ekonomi.

“Masyarakat lokal jangan hanya menjadi penonton dari aktivitas industri yang berlangsung di wilayahnya sendiri. Harus ada keberpihakan yang nyata dalam bentuk pemberdayaan dan kesempatan yang transparan,” kata Syamsuriadi.

Forum menilai kesempatan masyarakat lokal untuk terlibat dalam aktivitas industri harus dibangun melalui mekanisme yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Polres Konsel Tegaskan Isu Open Donasi Biaya Autopsi Korban di Roraya Adalah Hoaks

Syamsuriadi menegaskan pihaknya tidak menutup kemungkinan menggunakan ruang-ruang demokrasi untuk menyampaikan aspirasi apabila tuntutan mereka tidak mendapatkan kejelasan.

Forum menyatakan akan menyampaikan pendapat secara terbuka melalui jalur konstitusional dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kami tidak akan berhenti. Kami akan terus mengawal tuntutan ini melalui jalur konstitusional sampai ada kejelasan dan penyelesaian terhadap persoalan yang kami perjuangkan,” ujarnya.

Forum Pemuda Kecamatan Wolo merumuskan tiga tuntutan utama kepada PT CMP, yakni meminta HC Superintendent dievaluasi dan meninggalkan Blok Lapao Pao, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme dan transparansi rekrutmen tenaga kerja lokal, serta memperkuat pemberdayaan dan kesempatan bagi masyarakat lokal.

Editor : Redaksi 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement