FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI — Orang tua siswa mendesak Pemerintah Kota Kendari dan pihak terkait untuk segera memperbaiki jembatan bambu yang menjadi akses pintas menuju SMPN 20 Kendari di kawasan BTN Griya Zarindah, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Jembatan darurat yang telah menghubungkan kawasan permukiman warga dengan lingkungan sekolah selama kurang lebih dua tahun tersebut dinilai sudah sangat tidak layak, memprihatinkan, dan kondisinya kian rapuh.
Novalruddin, salah seorang warga sekaligus orang tua siswa, mengaku khawatir dengan keselamatan anak-anak yang terpaksa melintasi akses rawan tersebut setiap hari.
“Anak saya biasa lewat jembatan itu pergi dan pulang sekolah. Sudah ada siswa yang jatuh dan trauma lewat jembatan bambu itu,” ungkap Novalruddin, Rabu (16/9/2026).
Meskipun akses jalan utama tersedia, jarak tempuh yang lebih jauh membuat para pelajar dan orang tua cenderung memilih melintasi jembatan darurat dari susunan batang bambu tersebut guna menghemat waktu perjalanan.
Warga menyebut kondisi membahayakan ini telah dilaporkan kepada pengurus RT setempat. Namun, hingga kini belum ada langkah konkret perbaikan dari instansi berwenang.
Masyarakat berharap pemerintah segera bertindak cepat memperbaiki jembatan tersebut sebelum terjadi insiden yang memakan korban jiwa lebih fatal.
Editor: Redaksi | Laporan: Wan


Comment