SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politik

PDIP Dikecam di Koltim, KNPI Tolak PAW Anggota DPRD Tersangka

FAKTAINDONESIA.NET – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, diwarnai aksi demonstrasi puluhan pemuda yang tergabung dalam DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Koltim.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penolakan terhadap proses Pergantian Antar Waktu (PAW) salah satu anggota DPRD Koltim, Husein, dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pasalnya, Husein diketahui berstatus tersangka dalam kasus yang tengah ditangani aparat penegak hukum.

Ketua KNPI Koltim, Sukifli Darmawan menilai upaya PAW yang sedang berjalan sarat kepentingan politik.

Ia mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Koltim tidak terburu-buru mengeluarkan rekomendasi PAW serta meminta DPRD Koltim menahan diri untuk tidak melakukan pelantikan sebelum status hukum Husein benar-benar jelas.

“Ini bukan soal suka atau tidak suka. Ini soal marwah lembaga DPRD. Jangan sampai institusi terhormat itu tercoreng hanya karena memaksakan PAW seorang tersangka,” tegas Sukifli dalam orasinya di depan kantor KPU Koltim, pada Rabu (1/10/2025).

Nur Alam Bertemu Presiden ke-7 RI Jokowi, Bahas Politik Nasional dan Undang Kembali ke Sultra

KNPI juga menyoroti sikap PDIP yang dianggap tidak transparan dalam mengusulkan PAW.

Mereka mendesak partai berlambang banteng moncong putih itu memberikan klarifikasi terbuka kepada publik mengenai dasar pengajuan pergantian antar waktu yang dinilai janggal.

Ketua KPU Koltim, Arhan, memastikan pihaknya tetap bekerja sesuai aturan. Ia menegaskan KPU tidak bisa diintervensi oleh tekanan kelompok manapun.

“KPU bekerja secara profesional, mandiri, dan sesuai regulasi. Tidak ada yang bisa menunda atau mempercepat PAW di luar ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Arhan.

Meski begitu, Arhan mengatakan KPU tetap terbuka untuk berdialog dengan masyarakat, termasuk KNPI. Ia menambahkan bahwa mekanisme PAW telah disosialisasikan sesuai prosedur.

OPINI: Bau Tidak Sedap Mulai Menyeruak di Tengah Kontestasi Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo 2026

Setelah menyampaikan aspirasi di KPU, massa KNPI bergerak menuju gedung DPRD Koltim. Situasi sempat memanas ketika pengunjuk rasa berusaha masuk ke halaman kantor dewan, sehingga terjadi aksi saling dorong dengan aparat keamanan. Namun, ketegangan berhasil diredam, dan aksi dilanjutkan dengan pengawalan ketat kepolisian serta Satpol PP.

Sementara itu, DPRD Koltim belum memberikan keterangan resmi terkait desakan penundaan PAW Husein.

Aksi ini menambah catatan dinamika politik di Koltim. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang biasanya berlangsung khidmat justru berubah menjadi ajang demonstrasi dan kritik terhadap proses politik yang dianggap sarat kejanggalan.

Massa KNPI berkomitmen terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan hukum terkait status Husein, sekaligus memastikan marwah DPRD Koltim tetap terjaga di mata publik.(*)

OPINI: ‎Urgensi UCLG ASPAC dan Janji Politik 100 Juta per RT Hingga Bantuan UMKM?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement