SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra Inspirasi

Mahasiswi ISTK ’Aisyiyah Kendari Sabet Tiga Penghargaan Mandalika Essay Competition (MEC) 8 di Mataram

Potret Sitti Fatmawati Wulansari, mahasiswi Program Studi Administrasi Rumah Sakit ISTK 'Aisyiyah Kendari, saat memamerkan raihan Gold Medal dan penghargaan poster terbaik pada ajang Mandalika Essay Competition (MEC) 8 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Sitti Fatmawati Wulansari, mahasiswi Program Studi Administrasi Rumah Sakit dari Institut Sains Teknologi dan Kesehatan (ISTK) Aisyiyah Kendari, sukses mengukir prestasi gemilang di kancah nasional.

‎Berkolaborasi dengan tim dari Universitas Halu Oleo (UHO), Fatma berhasil membawa pulang sederet penghargaan bergengsi dalam ajang Mandalika Essay Competition (MEC) 8 yang berlangsung pada 15–18 Mei 2026 di FMIPA Universitas Mataram, Lombok.

‎Tidak tanggung-tanggung, di tengah kepungan puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi ternama se-Indonesia, Fatma dan timnya sukses menyabet tiga penghargaan sekaligus, Gold Medal (Medali Emas), Best Poster (Poster Terbaik), Juara Harapan 1.

‎MEC 8 yang didukung oleh komunitas Nusantara Muda dan Entre merupakan panggung adu gagasan ilmiah, inovasi, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penilaian juri pun terbilang sangat ketat, mulai dari orisinalitas ide, metode penelitian, desain poster, hingga ketajaman argumen saat sesi tanya jawab.

‎Namun, di balik gemerlap medali yang diraih, terselip cerita perjuangan yang mengharukan. Fatma mengakui bahwa modal mereka menuju Lombok tidak hanya persiapan akademik yang intensif, melainkan juga modal nekat dan mental baja. Masalah klasik keterbatasan pendanaan sempat membayangi keberangkatan mereka.

‎”Bagi saya, kesempatan membawa nama kampus di tingkat nasional adalah tanggung jawab besar. Walaupun ada tantangan dana hingga harus menggunakan uang pribadi dan mencari bantuan ke beberapa instansi, itu tidak mengurangi semangat kami untuk memberikan yang terbaik,” ungkap Fatma penuh haru.

‎Beruntung, berkat kegigihan mereka serta suntikan dukungan dari beberapa dosen UHO, langkah Fatma dan tim tidak terhentikan hingga akhirnya sukses naik ke podium juara.

‎Motivasi terbesar Fatma dalam kompetisi ini adalah misi pembuktian. Ia ingin menunjukkan bahwa mahasiswi dari program studi Administrasi Rumah Sakit memiliki taji yang kuat dalam dunia penelitian dan inovasi berskala nasional.

‎Pengalaman ini, menurut Fatma, memberikan pelajaran berharga tentang indahnya kolaborasi lintas kampus dan pentingnya membangun mental kompetitif. Ia pun menitipkan pesan pemantik semangat bagi seluruh rekan mahasiswa di Indonesia.

‎”Jangan pernah takut mencoba hanya karena merasa memiliki keterbatasan. Selama ada kemauan dan usaha, selalu ada jalan untuk membuktikan kemampuan diri. Perjuangan yang besar akan sebanding dengan hasil yang diperoleh,” pesannya optimis.

‎Ke depan, Fatma berharap prestasi ini dapat memicu gelombang semangat baru bagi mahasiswa lain untuk berani unjuk gigi di kompetisi nasional maupun internasional.

‎Ia juga menaruh harapan besar agar pihak-pihak terkait dapat memberikan apresiasi dan dukungan dana yang lebih matang, sehingga mahasiswa bisa lebih fokus berkarya tanpa harus terbebani urusan akomodasi.

Editor: Redaksi | Laporan: Wan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement