SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra

Tragedi di Perempatan Lalosabila Konawe: Hantaman Maut Fuso vs Brio Tewaskan Balita 2 Tahun

Suasana di jalur perempatan Kelurahan Lalosabila, Kecamatan Wawotobi, Konawe, pasca-tabrakan maut antara Dump Truck Mitsubishi Fuso dan Honda Brio yang menewaskan seorang balita, Jumat (22/05/2026).

FAKTAINDONESIA.NET, KONAWE – Jalur Wawotobi–Meluhu mendadak mencekam. Sebuah kecelakaan lalu lintas maut yang melibatkan mobil Dump Truck Mitsubishi Fuso dan Honda Brio terjadi di perempatan Kelurahan Lalosabila, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (22/05/2026) sekira pukul 12.20 WITA. Insiden berdarah yang terjadi saat mobilitas warga sedang ramai ini merenggut nyawa seorang balita berusia dua tahun.

Kecelakaan tragis tersebut bermula ketika mobil Honda Brio bernomor polisi DW 1464 EZ yang dikemudikan oleh Dedof Indra Agung B (35) melaju dari arah Barat menuju Timur melintasi jalur Jalan 40 Unaaha menuju Kendari.

Nahas, saat memasuki area perempatan Kelurahan Lalosabila, sebuah dump truck Mitsubishi Fuso Colt Diesel berplat DT 9660 AA yang disetir oleh Kisran (31) muncul dari arah lain dan langsung menghantam keras bagian samping kiri minibus tersebut.

Benturan hebat tak terhindarkan hingga mengakibatkan mobil Honda Brio ringsek parah. Di dalam minibus tersebut, terdapat satu keluarga yang sedang bepergian, yakni Indrimiarti Moita (30), Rahmi Nursifa Moita (25), dan sang balita bernama Dzakira El Shofa Buburanda.

“Akibat benturan keras tersebut, seluruh penumpang mobil Brio mengalami luka dan langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Konawe untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar Kasat Lantas Polres Konawe, IPTU Chaidir Akbar.

Mahasiswi ISTK ’Aisyiyah Kendari Sabet Tiga Penghargaan Mandalika Essay Competition (MEC) 8 di Mataram

Kondisi cedera yang sangat parah membuat nyawa Dzakira tidak dapat diselamatkan. Bocah malang tersebut mengalami luka robek serius di bagian kepala dan pipi kiri, serta patah tulang pada kedua bahunya.

Korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, pengemudi truk mengalami bengkak pada paha kiri serta nyeri dada, sedangkan pengemudi Brio mengalami luka robek pada lutut dan betis kiri. Dua penumpang Brio lainnya juga mengalami luka fisik akibat hantaman struktural tersebut.

Pihak Satlantas Polres Konawe yang menerima laporan warga langsung bergerak cepat mengamankan lokasi, membuat sketsa TKP, serta mengevakuasi kedua kendaraan ke Pos Lantas Polres Konawe guna mencegah kemacetan panjang.

Kerugian material akibat insiden maut ini ditaksir mencapai Rp20 juta, dan penanganan perkara kini diserahkan kepada Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Konawe.

Editor: Redaksi | Laporan: Wan

Harumkan Nama Daerah, Kolaborasi Mahasiswa UHO dan ISTEK Borong Penghargaan di Mandalika Essay Competition 8

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement