FAKTAINDONESIA.NET – Petani Desa Puuwehuko Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) keluhkan banjir akibat pembuatan tanggul perusahaan sawit.
Tanggul yang dibuat dengan tinggi tiga meter, lebar delapan meter, dan panjang dua kilometer itu berdampak bagi lahan sawah di tiga desa sekitar.
Berdasarkan Informasi yang diterima Faktaindonesia.net, tanggul tersebut dibangun di areal cetak sawah, tahun 2012.
Pembangunan tanggul itu bertujuan untuk melindungi areal perkebunan sawit milik perusahaan sait dari genangan air.
Salah seorang petani Desa Puuwehuko, Harmin mengatakan akibat pembuatan tanggul tesebut warga sekitar dirugikan ketika musim hujan karena mengalami kebanjiran.
“Dia membuat tanggul untuk sawitnya, tapi akibatnya tiga desa banjir ketika hujan. Perusahaan ini tidak punya hati dan tidak menaati aturan,” katanya, Kamis (4/9/2025).
Ia menjelaskan, fungsi tanggul itu untuk mencegah air masuk ke area perkebunan sawit.
Namun, aliran air yang terhalang membuat lahan sawah warga justru terendam.
“Mereka buat tanggul agar air tidak masuk ke lokasi sawit, padahal arealnya ada di cetak sawah. Akibatnya sawah-sawah yang ada di sekitarnya tergenang, dan dampaknya dirasakan tiga desa,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa warga tidak pernah memberikan persetujuan atau membebaskan lahan cetak sawah untuk dijadikan perkebunan sawit.
“Tidak pernah kami bebaskan lahan cetak sawah untuk penanaman sawit oleh perusahaan,” ujarnya.
Sementara itu, Faktaindonesia.net masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan sawit.(*)





Comment