SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lingkungan

PLTU OSS Dikeluhkan, Debu Batu Bara Disebut Sebabkan ISPA dan Kematian di Konawe

FAKTAINDONESIA.NET – Warga di lingkar industri tambang Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, dan Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara, keluhkan debu batu bara dan abu sisa pembakaran dari kawasan industri, Selasa (4/11/2025).

Warga menyebut fenomena ini bak badai debu yang menerjang pemukiman sehingga membuat udara di wilayah tersebut nyaris tak layak hirup.

Debu hitam pekat yang berterbangan dari area pelabuhan dan pembangkit listrik batu bara (PLTU) diduga telah memicu meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta penyakit paru-paru kronis di kalangan masyarakat.

Aktivis lingkungan Anas Padil mengungkapkan, serangan debu tambang kembali terjadi ketika angin laut berhembus ke arah pemukiman padat penduduk.
Menurutnya, peristiwa ini bukan hal baru melainkan sudah berulang setiap tahun dan belum juga mendapatkan penanganan serius dari pihak perusahaan maupun pemerintah.

“Debu tambang ini membuat warga terserang ISPA dan sakit paru-paru. Setiap tahun, angka kasus ISPA mencapai lima ribu orang,” ujar Anas Padil, pada keterangannya yang diterima, Kamis (6/11/2025).

Viral Video Puskesmas Landawe Konawe Utara Kosong Melompong, Pasien Telantar Dua Jam Tanpa Petugas Medis

Warga mengaku sudah berulang kali melaporkan kondisi tersebut kepada instansi terkait, namun sejauh ini belum ada langkah konkret untuk menekan dampaknya.

Salah seorang warga, Samsuddin (65), yang tinggal di Desa Tani Indah, hanya berjarak sekitar 100 meter dari PLTU batu bara PT OSS, mengaku sering mengalami sesak napas parah.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya gangguan paru-paru kronis akibat paparan partikel debu.

“Hasil rontgen menunjukkan ada debu hitam di paru-paru saya. Dokter bilang itu kemungkinan besar dari batu bara,” tuturnya.

Kondisi serupa juga dialami beberapa warga lainnya yang kerap terpapar langsung debu hitam dari arah kawasan industri.

Kisah tragis datang dari Sitti Roslina, warga setempat yang diketahui meninggal dunia setelah menderita asma kronis. Menurut keluarganya, kondisi kesehatan almarhumah semakin memburuk sejak PLTU batu bara PT OSS beroperasi.

Tim URC Satreskrim Polres Konawe Ringkus Terduga Pelaku Penganiayaan Busur di Wawotobi

“Ibu sering kambuh asmanya setiap kali debu beterbangan. Bahkan, saat bersih-bersih rumah saja, langsung sesak dan sering diopname di RSUD Kendari,” ungkap Surni.

Warga kini mendesak pemerintah daerah dan instansi lingkungan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas industri di kawasan Kapoiala dan Motui.
Mereka menilai, lemahnya pengawasan lingkungan telah membuat masyarakat menjadi korban kesehatan akibat pencemaran udara.

“Kalau tidak segera ditindak, makin banyak warga yang sakit. Kami hanya ingin udara bersih dan hidup tenang di rumah sendiri,” kata Anas Padil.(*)

Editor : Samsul | Laporan : Wan

Ratusan Peserta Semarakkan Kampanye Lingkungan dan Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kendari

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement