SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inspirasi

Di Hadapan Kemendik, Prof. Edy Karno Sebut Kompetensi Guru Jadi Kunci Indonesia Emas 2045

Prof. Edy Karno bersama para pejabat kementerian, akademisi, dan peserta lainnya mengikuti Diskusi Nasional Pendidikan yang digelar BPK RI Perwakilan Sultra di Kendari, Kamis (21/5/2026). Foto: Ist

FAKTAINDONESIA.NET – Prof. Edy Karno menegaskan bahwa kompetensi guru menjadi salah satu kunci utama mewujudkan Indonesia Emas 2045 saat tampil dalam Diskusi Nasional Pendidikan yang digelar Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (21/5/2026).

Di hadapan pejabat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), akademisi, serta pemerintah daerah, Wakil Dekan III Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) itu menyoroti pentingnya transformasi kualitas guru di era globalisasi pendidikan.

Forum bertema “Mewujudkan Asta Cita Pendidikan 2045: Transformasi Pendidikan Profesi Guru Menuju Akuntabilitas dan Kualitas Pendidikan Global” tersebut menghadirkan sejumlah pemateri nasional, di antaranya Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, Direktur Strategis dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemendiktisaintek, Ardi Findyartini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Aris Badara, serta Prof. Edy Karno sendiri.

Dalam pemaparannya, Prof. Edy Karno menjelaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak lagi bersifat lokal, tetapi telah memasuki persaingan global yang menuntut kualitas sumber daya manusia unggul.

Menurut dia, guru memiliki peran sentral dalam menciptakan generasi masa depan yang adaptif, kreatif, dan kompetitif.

Nur Alam Tegaskan Bantuan Gedung Unsultra Merupakan Dukungan Pendidikan Untuk Masyarakat Sultra, Bukan Anggaran Siluman

“Keberhasilan Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas guru. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik,” ujar Prof. Edy Karno.

Ia menilai transformasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) harus diarahkan pada penguatan kompetensi berbasis kebutuhan abad ke-21, mulai dari penguasaan teknologi, pedagogi modern, komunikasi lintas budaya, hingga pembelajaran berbasis kompetensi.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti pentingnya penerapan Competency-Based Education (CBE), yakni pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada penguasaan kompetensi nyata siswa dibanding sekadar penyelesaian materi kurikulum.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat guru dituntut lebih inovatif dalam merancang pembelajaran yang interaktif dan relevan dengan tantangan dunia kerja masa depan.

“Guru harus mampu menjadi fasilitator pembelajaran, menerapkan pembelajaran berbasis proyek, asesmen autentik, dan pembelajaran diferensiatif sesuai kebutuhan siswa,” katanya.

Opini: Indonesia dan Ilusi Negara Maritim

Selain itu, Prof. Edy Karno turut menekankan pentingnya penerapan standar guru global atau global teacher standards agar tenaga pendidik Indonesia mampu bersaing di level internasional.

Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Sultra, Dadek Nandemar, mengatakan transformasi pendidikan membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas dan akuntabel.

Ia menyebut peningkatan profesionalisme guru menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Penguatan kapasitas guru harus menjadi prioritas bersama untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Diskusi nasional tersebut turut dihadiri pemeriksa BPK, akademisi perguruan tinggi, tenaga pendidik, hingga perwakilan pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara.

Kuliah Umum Perdana, Nur Alam Kupas Politik Hukum: Antara Teori dan Realitas Kekuasaan

Redaksi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement