SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inspirasi

Petani dan Akademisi Kolaborasi di FGD RisetMU Dorong Inovasi Kopi Robusta Kaongkeongkea Berbasis Ekonomi Berkelanjutan

Poto Suasana Focus Group Discussion pengembangan Kopi Klon Rara di Desa Kaongkeongkea, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. 13 Februari 2026

FAKTAINDONESIA.NET –  Desa Kaongkeongkea , Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, kembali menjadi sorotan melalui terobosan di sektor perkebunan kopi rakyat. Melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Motivasi Petani dalam Adopsi Kopi Klon untuk Penguatan Ekonomi Berkelanjutan”, desa ini menegaskan bertekad sebagai pusat inovasi kopi berbasis komunitas.

Kegiatan yang digelar pada 13 Februari 2026 tersebut merupakan bagian dari Program Hibah RisetMU Tahun 2025/2026. FGD menjadi ruang pertemuan strategis antara teori, peneliti, dan petani kopi lokal untuk membahas pengembangan Klon Rara, varietas kopi Robusta unggulan hasil inovasi petani Desa Kaongkeongkea.

Forum diskusi berlangsung dialogis dengan melibatkan Kepala Desa Kaongkeongkea Hazirudin SP yang juga petani kopi aktif, komunitas petani milenial, serta tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Buton . Diskusi terfokus pada motivasi petani dalam mengadopsi kopi klon, peluang peningkatan produktivitas, serta penguatan ekonomi desa berbasis kopi berkelanjutan.

Klon Rara diketahui berasal dari perbanyakan pohon kopi Robusta lokal berusia lebih dari 30 tahun yang terbukti memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi lingkungan ekstrem. Varietas ini dikembangkan secara mandiri oleh Rafik, petani muda setempat, sebagai upaya menghadirkan bibit unggul tanpa ketergantungan pada sumber eksternal. Sejumlah petani dalam FGD menyampaikan bahwa Klon Rara menunjukkan produktivitas yang relatif stabil, adaptif terhadap perubahan cuaca, serta berpotensi menghasilkan mutu biji yang konsisten.

Ketua tim peneliti, Safrin Edy, bersama Muh Askal Basir dan tim, menegaskan bahwa pengembangan kopi Klon Rara perlu diperkuat dengan pendekatan ilmiah berbasis data. Menurutnya, modernisasi agroindustri kopi tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman lapangan, melainkan memerlukan penelitian terapan untuk memastikan standar kualitas, identitas geografis, dan daya saing pasar kopi Robusta Kaongkeongkea.

Warga RT 18/RW 05 Kelurahan Bonggoeya Kota Kendari Antusias Ikuti Pelatihan Eco-Enzyme dan Biopori dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Ia menambahkan, Klon Rara perlu dikaji secara ilmiah untuk mengukur ketahanan terhadap hama, kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim, serta konsistensi produktivitas. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar pengajuan sertifikasi varietas sebagai bentuk pengakuan ilmiah atas temuan petani lokal, sekaligus langkah menuju standardisasi nasional.

FGD ini juga menjadi ruang konsolidasi penting antara pengetahuan lokal dan pendekatan akademik. Selain membahas aspek teknis budidaya, diskusi mengangkat nilai kearifan lokal petani, mulai dari perawatan pohon kopi tua warisan keluarga hingga praktik gotong royong yang menjadi fondasi usaha tani desa.

Dengan dukungan riset berkelanjutan dan semangat inovasi petani muda, Desa Kaongkeongkea diproyeksikan menjadi model sentra kopi Robusta berkelanjutan di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Inisiatif ini menegaskan bahwa masa depan industri kopi Indonesia juga tumbuh dari desa, dari keberanian petani memadukan tradisi lokal dengan penelitian ilmiah modern.

Editor : Redaksi | Laporan : Samsul  

Hari Bhayangkara ke-80, UMKM Bhayangkari Polda Sultra Gelar Bazar Sembako Murah untuk Warga

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement